oleh

Angkringan Merah Putih Begitu Menggoda, Hangat Jahe Merahnya Gelorakan Semangat Soekarnoisnya

INILAHONLINE.COM, SURABAYA

Kesan pertama memasuki Angkringan Merah Putih di Jalan Kenjeran Surabaya begitu menggoda. Disambut bendera Merah Putih yang bertengger di dua batang pohon meliuk membentuk gate kokoh, hati segalau dan sebaper apapun tiba-tiba berubah haluan menjadi bersemangat, jiwapun menggelora dan menyinari akal, kemudian memantulkan sensor ke nurani, dan otakpun menggerakkan mata kepala, seirama dengan mata hati dan mata kaki, meluruhi jalan panjang dialog tak berujung seputar nilai-nilai Soekarnois yang spektakuker, namun terhimpit bak akar serabut yang tak mampu berfotosintesis guna menghela nafas merdeka meski cukup tersedia oksigen.

“Kesan pertama memang begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda, mau terpesona dengan aneka foto dokumentasi yang terpampang di dinding cafe unik ini atau lantas hanyut berdiskusi seputar nilai-nilai luhur Soekarnois? Tentu sambil menikmati jajanan tradisional di cafe itu? Bagi saya, nuansa Soekarnois di Angkringan Merah Putih ini sangat kental, dan menggugah diri ini untuk menyuarakan suasana batin Soekarnois yang hingga kini masih terhimpit aturan di MPR RI,” ungkap Amir, sapaan akrab Ketua Gerakan Benteng Kebangsaan (GBK), Amiruddin, SH itu ketika terlibat diskusi serius tapi santai bersama Owner Angkringan Merah Putih, Gesang ‘Putra Paspampres’ asli Yogyakarta itu, Jumat (13/9/2019) malam.

Ngobrol pinter sehabis nyeruput minuman khas Jahe Merah, dan menyantap Nasi Kucing plus Teri-Tempe Orek, Dadar Jagung, Ati Ampela, Telur Asin serta Mie Dokdok, juga diikuti Bayu, pelanggan asal Jakarta yang amat menikmati menu tradisional yabg tersedia secara prasmanan, setelah dipilih pelanggan, lantas dipanasi, juga ada yang dibakar. Tak berhenti di isu nilai-nilai Soekarnois yang terpasung, pembicaraan antar teman baru di cafe yang didirikan sejak Oktober 2008 itupun mengarah ke bursa calon Walikota Surabaya, pengganti dan penerus Tri Rismaharini. Ada nama Puti Guntur Soekarnoputri, cucu Bung Karno yang dikenal Soekarnois sejati, juga muncul nama Dahlan Iskan, dan sederet nama tokoh lain.

“Kok jadi makin asyik, ya. Nyeruput Jahe Merah, tubuh jadi hangat, sembari diskusi politik dan nilai-nilai Soekarnois. Nggak berasa dinginnya udara malam Surabaya yang diikuti angin kencang,” ujar ayah dua anak itu, bersemangat.

Gesangpun angkat bicara. Tak hanya seputar bisnis cafe yang sempat buka di Bandung (2011), dan tujuh titik di Surabaya, termasuk bercitra dengan putra petinggi Kedubes Belanda, tapi kemudian tutup dan tinggal satu-satunya di Jalan Kenjeran Surabaya itu. Gesang juga bicara peta politik jelang Pilwalkot Surabaya dan jiwa Soekarnois.

Keterbukaannya terhadap masalah politik dan filosofi serta ideologi di kalangan anak bangsa ini membuat pria bertubuh subur itu aktif di organisasi pergerakan, namun ia juga fokus melayani pelanggannya di Angkringan Merah Putih. Banyak tokoh nasional yang berkunjung ke cafe Gesang itu, di antaranya Puti. “Apalagi cafe ini sudah melewati masa sebelas tahun,” tuturnya.

Ada rencana buka di Bogor? “Belum. Kayaknya sudah ada Bajigur. Jahe Merah kurang diminati. Di Bandung pernah buka (2011), terus tutup. Akhirnya fokus saja di Surabaya ini,” tandasnya. Sejumlah pekerjanya berasal dari Flores, seperti Stefi yang cekatan melayani pelanggan.

(Mochamad Ircham)

Komentar