Anies Cuci Gudang, 1.125 Pejabat DKI Dirotasi dan Mutasi

DKI Jakarta405 Dilihat

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melantik 1.125 pejabat eselon II, III dan IV, di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (25/2) sore. Meskipun begitu, banyak posisi di jajaran Pemprov DKI Jakarta yang hanya dipegang pelaksana tugas (Plt).

“Bagi sebuah organisasi, rotasi mutasi itu wajar, karena organisasi perlu pembaruan,” kata Anies dalam sambutan pelantikannya. 

Menurut Anies, rotasi ini juga dapat meningkatkan kemampuan dari para pejabat. Sebab bukan hanya posisi baru, mereka juga bisa banyak hal baru

“Bagi pribadi di Pemprov DKI, dapat tugas baru, amanat baru yang berbeda dengan sebelumnya. Ini bagian dari pengembangan skill set pribadi, menambah kompetensi, keterampilan di tempat baru,” tuturnya. 

Pejabat yang dilantik kali ini ada 15 pimpinan tinggi pratama atau eselon II, 247 administrator atau eselon III, dan 836 pengawas atau eselon IV. 

Untuk pejabat eselon II yang dilantik yakni Arifin menjadi Kasatpol PP DKI Jakarta, Rationo menjadi Kadis Pendidikan, Achmad Firdaus sebagai Kadis Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Edy Junaedi jadi Kadis Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Benni Agus Chandra jadi Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DKI Jakarta.

Lalu Faisal Syafruddin sebagai Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta, Subejo sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta, Theryono sebagai Direktur RSUD Duren Sawit, Ida Bagus Nyoman Banjar sebagai Direktur RSUD Koja, Tri Noviati sebagai RSUD Budi Asih.

Kemudian Isnawa Adji sebagai Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Sahat Parulian sebagai Wakil Kasatpol PP DKI Jakarta, Vera Revina Sari sebagai Asisten Deputi Bidang Tata Ruang, Jupan Royter Sahalatua sebagai Asisten Deputi Bidang Perindustrian dan Perdagangan DKI Jakarta, terakhir Yani Wahyu Purwoko sebagai Asisten Deputi Gubernur Bidang Budaya.

Sementara terkait banyaknya posisi yang diisi Plt, Anies mengatakan hal itu tidak akan berlangsung lama lagi. Karena Badan Kepegawaian Daerah DKI saat ini sedang mempersiapkan seleksi terbuka.

“Dalam waktu dekat, BKD akan umumkan, saya akan wajibkan, semua ASN yang memenuhi syarat, wajib daftar. Kenapa wajib? Karena banyak ASN sungkan kalau atasan daftar, sungkan kalau ada kolega lebih senior daftar,” tandasnya.

banner 521x10

Komentar