oleh

Batu Marmer Merah Bukit Menoreh Satu-satunya di Indonesia

INILAHONLINE.COM, MAGELANG

Deretan bukit Menoreh yang membentang dari wilayah Kabupaten Magelang Jawa Tengah hingga Kabupaten Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), ternyata menyimpan potensi berupa kekayaan alam luar biasa, berupa batu pualam atau marmer warna merah marun. Konon batu mermer warna merah marun, konon hanya ada di Italia. Sedangkan Asia, hanya di Indonesia yang berada di Perbukitan Menoreh.

Tepatnya Dusun Karangsari, Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sebenarnya, gundukan atau bukit marmer warna merah sudah ditambang sejak tahun 2010, namun terkendala ijin penambangan, sehingga pengambilan batu marmer merah mengalami hambatan karena berdampak terjadinya kerusakan lingkungan.

“Sejak tahun 2010, sudah ditambang oleh sebuah perusahaan, tetapi warga menolak penambangan tersebut,” kata Direktur BUMDes Argo Inten, Desa Ngargoretno, Soim (38) kepada wartawan saat mengikuti Media Gathering Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengan, Senin – Selasa (19 – 20 Agustus 2019).

Sebenarnya, wilayah tandus pegunungan Menoreh yang terkenal dengan cerita fiksi Api di Bukit Menoreh karya SH Mintardja tersebut, masih memiliki satu potensi alam, berupa batu marmer warna merah marun. Dalam cerita fiksi itu, menggambarkan potret tandus wilayah desa, dan bisa dilihat dari jarangnya jenis tanaman yang jarang tumbuh di sela-sela bebatuan marmer merah tersebut.

Meski kawasan tandus, namun mempunyai potensi ekonomi dari hasil pertanian yang cukup potensial, karena di sepanjang jalan berliku dan naik turun dengan medan curam, terdapat tanaman cengkeh. Menupakan tanaman yang dibudidayakan warga secara turun-temurun, dan hingga sekarang masih menjadi andalan warga.

Hanya saja, potensi marmer merah yang langka tersebut, sebenarnya bernilai ekonomi tinggi jika dikelola dengan baik dan benar, sehingga potensi alam itu bisa meningkatkan ekonomi warga, bahkan bisa membawa nama Kabupaten Magelang. “Ada kekhawatirkan warga jika bukit ditambang, karena bisa mengancam lingkungan,” ujar Soim.

Lokasi Dusun Karangsari, Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, masuk Kawasan obyek wisata Candi Borobudur, oleh UNESCO merupakan candi peninggalan budaya dunia. “Sebenarnya, batu marmer tidak perlu di tambang, tetapi cukup diberdayakan sebagai museum marmer yang bisa mendatangkan wisatawan, sehingga bedampak dengan nilai ekonomi bagi warga, dan lingkungan juga tidak mengalami kerusakan akibat terekploitasi berlebihan,” tambahnya.

Bahkan pada 2016, BUMDes Argo Inten mengajak warga untuk membuat Museum Alam, sekaligus menjadi kawasan Eduwisata Batu Marmer Merah secara swadaya. Debngan harapan, agar potensi alam tersebut tidak rusak karena penambangan.

Melalui Museum, bisa memberikan nilai tambah bagi perekonomian warga, dengan unggulan wisata edukasi yang merupakan satu-satunya di Indonesia, yakni batu marmer merah marun yang unik dan langka.

Senada dikatakan Pjs Kepala Desa Ngargoretno, Supomo, bahwa Dusun Karangsari memiliki areal seluas 70 hektar berupa kawasan batuan marmer merah, dan 20 hektare sudah dimanfaatkan usaha pertambangan yang hingga sekarang berjalan. Hanya saja, penambangan tersebut belum bermanfaat bagi peningkatan ekonomi desa.

Sedangkan yang 50 hektare kawasan batuan marmer merah dikembangkan sebagai museum alam dan taman marmer. “Warga bersama BUMDes Argo Inten sudah merintis adanya Museum Marmer untuk diestinasi wisata, namun masih terkendala dana,” ujar Supomo.

Maka untuk mewujudkan destinasi alternatif bagi pengunjung Desa Wisata Ngargoretno, selain edukasi budaya di Dusun Wonosuko, edukasi produksi gula semut (Dusun Sumbersari), edukasi budidaya kambing etawa (Dusun Selorejo) dan edukasi budidaya lebah madu (Dusun Tegalombo).

Batu marmer, merupakan jenis batuan yang sangat indah bila dilihat dengan mata. Marmer merupakan jenis batuan yang mmepunyai corak tertentu dan tergolong dalam jenis batuan metamorf. Apabila dilihat dengan mata, marmer ini seolah mempunyai pola, biasanya berwarna coklat muda atau krem dengan campuran warna pola yang lainnya seperti, abu- abu, coklat tua, dan lain sebagainya.

“Jadi, kalua ada batu marmer warna merah, tentu lebih bagus. Saya bisa membayangkan, jika kekayaan alam berupa bbatu Marmer Warna Merah Marun dijadikan lantai di kantor atau Pendopo Pemerintah Kabupaten Magelang, jelas akan lebih menanrik dan membanggakan,” ujarnya.

Karena keunikan batuan atau corak dari marmer, menjadikan marmer banyak diburu untuk digunakan sebagai batu hiasan rumah. Batu marmer tidak bisa langsung dengan sendirinya membentuk menjadi sebuah marmer. Untuk membentuk sebuah marmer diperlukan suatu proses terlebih dahulu. Proses ini yang akan menunjukkan bagaimana sebuah batuan mengalami siklus batuan termasuk juga hal sedemikian rupa sehingga menjadi batu marmer.

(Ali Subchi)

Komentar