Berantasonline.com Gandeng Korwil II SMSI Jabar Gelar Diklat Investigasi dan Jurnalisme Media Siber

Megapolitan342 Dilihat

INILAHONLINE.COM, MEGAMENDUNG – Tuntutan pengembangan wawasan, professionalisme dan independensi menjadi keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, terlebih di tengah persaingan media yang sangat ketat sekarang ini.

Hal itu dikatakan Bupati Bogor, Nurhayanti dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Bogor DR. Kardenal, M.Si sekaligus membuka acara Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Investigasi dan Jurnalisme Media Siber berantasonline Tahun 2018, Jum’at (30/3/2018) malam di Pondok Garuda, Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor.

Bupati Bogor mengingatkan independensi akan kebebasan Pers tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi ataupun kelompok tertentu. “Agar martabat professi Pers tetap terjaga dengan baik,” katanya.

Diklat Wartawan berantasonline tersebut diikuti oleh 65 Wartawan dari daerah Jabodetabek dan Sukabumi, serta sejumlah Pemilik Media Online diwilayah II Jawa Barat, dan Pengurus PWI Kota Bogor.

Dalam kesempatan itu Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Serikat Media Siber Indonesia (DPP SMSI) Auri Jaya menyampaikan paparan tentang Jurnalisme Media Siber didampingi Ketua Dewan Pakar SMSI Pusat Agus Sudibyo, dan Ketua Korwil II SMSI Jawa Barat Piyarso Hadi.

Ketua Dewan Pakar SMSI Pusat, Agus Sudibyo yang membawakan materi “Kembali Kepada Jurnalisme Yang Benar, Solusi Masa Depan“, secara panjang lebar memaparkan betapa strategisnya diklat investigasi dan Jurnalisme Media Siber yang diselenggarakan berantasonline dalam rangka mengatasi berkembangnya berita hoax dimana-mana.

Dalam paparannya, Agus secara gamblang mengatakan saat ini Pers Asing lebih banyak menggunakan beberapa media sosial seperti Facebook dan Google yang saat ini merajai periklanan di Indonesia. Pada kesempatan itu pula Agus mengapresiasi penyelenggaraan diklat yang diadakan Korwil II SMSI Jawa Barat.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Bogor DR. Kardenal, M.Si dalam paparan materi diklatnya dengan topik Investigative Reporting. Kardenal antara lain mengatakan, Wartawan atau Reporter dalam melakukan liputan investigasi tidak bisa bergaya Machiaveli yang menghalalkan segala cara.

“Akan tetapi perlu menggunakan teknik-teknik pengusutan, wartawan harus mempertimbangkan moral, etika, dan hukum. Jangan sampai karena laporan investigasinya, wartawan harus berurusan dengan hukum bahkan sampai dipenjarakan,” tuturnya. (ian Lukito)

banner 521x10

Komentar