oleh

Bhayangkara Sejati Gugur, Briptu Heidar Tewas Setelah Disandera KKB Papua

INILAHONLINE.COM, JAKARTA

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali berduka setelah salah satu prajuritnya, Briptu Heidar, ditemukan gugur di Kabupaten Puncak, Papua, Senin (12/08/2019) sore.

Bertempat di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Dedi Prasetyo memberikan keterangan pers terkait Briptu Heidar yang gugur disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Berawal dari informasi masyarakat, di wilayah Puncak Jaya yang diketahui merupakan salah satu basicnya KKB Puncak Jaya, Timika dan Panieng.

Mendapat informasi dari masyarakat bahwa KKB sering mengintimidasi masyarakat di distrik tersebut. Selain mengintimidasi juga ada beberapa tindak pidana yang dilakukan penganiayaan, pengancaman, pemerkosaan maupun tindak kejahatan lainnya.

Berangkat dari informasi tersebut Briptu Heidar bersama dua rekannya melakukan proses penyelidikan di wilayah tersebut. Pada saat melakukan penyelidikan Briptu Heidar dipanggil oleh temannya di distrik namun berbeda jalur yautu Bripka Alfonso untuk merapat mungkin ingin saling menukar informasi di lapangan.

Pada saat dilakukan pemanggilan tersebut secara mendadak muncul lah kelompok KKB melakukan penyergapan terhadap Briptu Heidar. Melihat Briptu Heidar disergap Bripka Alfonso yang masih di atas motor langsung pergi untuk menginformasikan kepada Polres setempat bahwa ada 1 rekannya disandera oleh kelompok KKB.

Tim gabungan TNI Polri melakukan proses evakuasi terhadap Jenazah korban Briptu Heidar pukul 12.00 waktu setempat.

Briptu Heidar diketahui merupakan personel Polri yang ditempatkan di Unit Reskrim Polres Lanny Jaya, Polda Papua. Pria yang berusia 24 tahun pada 17 Juli lalu ini memiliki cukup banyak prestasi dalam menjalankan tugasnya sebagai Bhayangkara. Bahkan Heidar sempat mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB), oleh aksinya membebaskan sandera warga Papua dan non Papua oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Tembagapura, 2017 Silam.

Catatan prestasi yang bersangkutan cukup banyak, oleh karenanya Polri juga sangat berduka dan merasa kehilangan Bhayangkara terbaik yang memiliki dedikasi kinerja yang sangat baik kemudian juga memiliki keberanian dan juga memiliki cukup pengalaman di wilayah yang dikuasai oleh KKB.

Almarhum mendapat anugrah kenaikan pangkat luar biasa menjadi Brigpol dan jam 12 tadi diterbangkan menggunakan pesawat Sriwijaya dari Timika menuju ke rumah duka di daerah Makassar Sulawesi Selatan untuk dimakamkan hari ini juga.

Dia melakukan penyelidikan tanpa identitas semuanya, terkait untuk identitas ,senjata semuanya ditinggalkan dia masuk sangat dalam di wilayah yang sangat rawan dan masyarakat juga sudah resah oleh KKB yang sudah sering melakukan intimidasi oleh masyarakat setempat.
Dari Distrik tempat TKP diketemukan yang bersangkutan meninggal bersama ibu kotanya daerah Puncak Jaya itu jarak tempuhnya hampir 1 jam lebih.

TNI Polri masih melakukan pengejaran wilayahnya cukup luas dan geografisnya cukup ekstrim di sana. Artinya bahwa mereka berdua masuk ke wilayah itu sudah dipantau oleh kelompok KKB tersebut yang dipimpin oleh G tersebut.

JM yang menembak diduga menggunakan senjata laras panjang saat melakukan penembakan terhadap Briptu Hendar, saat melarikan diri jarak sekian meter ditembak mengenai kepala.

(Badar)

Komentar