INILAHONLINE.COM, BOGOR — Tingkat keterisian Bed Occupation Rate (BOR) khusus pasien Covid-19 di Kota Bogor tinggal menyisakan 167 tempat tidur atau 7 persen, dari 981 unit di 21 rumah sakit rujukkan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah, (BPBD) Kota Bogor bergerak cepat mendirikan tenda darurat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Theo Patrocinio mengatakan, dengan kondisi lonjakan Covid-19 saat ini yang luar biasa tinggi. Dan makin berkurangnya tempat-tempat perawatan di rumah sakit.
“Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor minta untuk penambahan pemasangan dua unit tenda darurat di area RSUD Kota Bogor,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Theo Patrocinio, seperti dilansir Bogordaily.net, Selasa (29/6/2021).
Theo menambahkan, nanti akan di bangun kembali tenda untuk pelayanan. Jadi ada dua tenda yang nanti akan di pasang sekitar area RSUD Kota Bogor.
“Satu tenda untuk pelayanan seperti penerima pasien atau tempat tunggu, dan tenda lainnya untuk perawatan pasien yang terpapar Covid-19,” ucapnya.
Theo menjelaskan, ukuran tenda darurat 10×20 meter, tenda darurat bisa menampung 20 pasien. Tapi secara teknis nanti diatur oleh RSUD Kota Bogor.
“Harapan kita, lonjakan Covid-19 bisa ditekan, tidak terus meningkat. Dan masyarakat yang terpapar Covid-19 mudah-mudahan bisa kebagian tempat, bisa terobat, bisa di tangani dan sembuh kembali. Sehingga Kota Bogor bisa kembali nyaman dan terkendali tentunya,” harapnya.***





























































Komentar