BPOM Musnahkan Barang Bukti Obat dan Makanan Ilegal Senilai Rp3,4 Miliar

Daerah443 Dilihat

InilahOnline.com (Bandung-Jabar) – Badan Pengelola Obat dan Makanan RI (Badan POM) memusnahkan barang bukti tindak pidana dan hasil pengawasan berupa 1.751 jenis produk sediaan farmasi dan pangan ilegal dengan nilai mencapai lebih dari Rp3,4 miliar.

Pemusnahan dipimpin langsung Kepala Balai Besar POM Bandung, Abdul Rahim dengan melibatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, Pemerintah kota (Pemkot) Bandung, Perwakilan DPRD Jabar, Kejaksaan Tinggi Jabar, Kapolda Jabar, Dinas Kesehatan Jabar, lintas sektor terkait dan asosiasi di bidang industri obat dan makanan.

Produk yang dimusnahkan terdiri atas 1.199 jenis kosmetika senilai lebih dari Rp 983 juta, 247 jenis obat tradisional senilai Rp 104 juta, 194 jenis produk pangan senilai Rp 2,1 miliar dan 111 jenis produk obat senilai lebih dari Rp 114 juta.

Kepala Balai Besar POM Bandung, Abdul Rahim mengatakan, pihaknya secara rutin melakukan pemusnahan terhadap produk obat dan makanan ilegal hasil pengawasan Badan POM/Balai POM (BBPOM/ BPOM) di seluruh Indonesia.

“Tindakan ini sebagai wujud perlindungan kepada masyarakat dari peredaran produk sediaan farmasi dan pangan ilegal yang tidak memenuhi persyaratan keamanan, manfaat dan mutu,”kata Abdul Rahim kepada wartawan di Bandung, Rabu (20/12/2017).

Pemusnahan barang bukti hasil pengawasan BBPOM di Bandung ini dilakukan dua tahap. Pertama, telah dilakukan pada 12 Desember 2017 di Bogor terhadap produk pangan ilegal yang dibawa menggunakan 5 truk kontainer.

“Sedangkan pemusnahan kedua dilakukan secara simbolis hari ini dengan pelepasan 1 truk dari 3 truk kontainer yang terdiri dari obat dan makanan ilegal, untuk kemudian barang bukti itu akan dibawa dan dimusnahkan di Karawang,”jelas Abdul Rahim.

Dia menjelaskan, sepanjang 2017, BPOM di Bandung telah melakukan penindakan terhadao 28 sarana dengan diantaranya 24 perkara yang saat ini tengah diproses secara pro-justitia. Dari penindakan tersebut, petugas telah mengamankan 269 jenis produk ilegal yang didominasi oleh produk pangan yaitu sebanyak 47%.

“Temuan lainnya adalah berupa produk kosmetika sebanyak 32%, obat tradisional (19%) dan obat 2(%),”ungkap Abdul.

Lebih jauh Abdul menambahkan, kejahatan pelaku yang terungkap melalui penindakan trsebut, yaitu pelaku mengedarkan. Berbagai produk yang tidak memiliki izin edar dan tidak memenuhi standar atau persyaratan keamanan, khasiat dan mutu.

Sementara temuan produk pangan yang ditemukan terdiri dari pangan ilegal dan pangan yang mengandung bahan yang dilarang seperti mie basah mengandung formalin dan terasi yang mengandung pewarna rhodamin B.

“Kami juga menemukan kosmetik yang mengandung merkuri atau hidrokinon, obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat seperti sildenafil sitrat dan deksametason dan produk obat ilegal,”pungkasnya (Hilda)

banner 521x10

Komentar