oleh

BPSDM Pemprov DKI Benchmarking ke Deli Serdang. LS2LP: Cuma Mau Pelesiran

Rencana Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam program Benchmarking Diklat Pim IV angkatan ke-113 untuk benchmarking ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang, Sumatera Utara dinilai tidak layak.

Ketua Lembaga Studi Sosial Lingkungan dan Perkotaan (LS2LP) Badar Subur mempertanyakan materi apa saja yang akan dipelajari dari Pemkab Deli Serdang. Sebab seharusnya sebagai Ibukota negara, DKI Jakarta jauh lebih unggul dari daerah tersebut.

“Dari mana pemikirannya benchmarking ke Pemkab Deli Serdang? Dari sisi anggaran, program, fasilitas, jelas jauh lah sama DKI Jakarta,” tegasnya, Senin (8/4).

Dari data yang diperolehnya, ada 30 peserta diklat pimpinan angkatan ke-113 ditambah panitia. Dan anggaran per peserta mencapai Rp 7,3 juta.

“Bahkan biro perjalanannya An Tours & Travel (inisial) pun tidak jelas. Ini hanya menghamburkan anggaran saja untuk pelesiran, lebih baik ratusan juta rupiah untuk pengembangan SDM di masyarakat,” tuturnya.

Rencananya para peserta akan berangkat pada Selasa (9/4) besok. Dari itenary yang ada, di hari pertama setibanya di Sumatera Utara, peserta akan diajak melihat Istana Maemun. Kegiatan akan berakhir pada Jumat (12/4).

Komentar