oleh

Bulog Jateng Realisasikan Penyerapan Gula Petani Sebanyak 2.100 Ton

INILAHONLINE.COM, SEMARANG – Perum Bulog Divisi Regional Jawa Tengah telah merealisasikan penyerapan gula petani hingga saat ini sebanyak 2.100 ton, melalui empat pabrik gula (PG) dari allokasi pembelian gula petani untuk wilayah Jawa Tengah mencapai 38.348 ton.

Kepala Perum Bulog Divisi Regional Jateng Sugit Tedjo Mulyono mengatakan, kegiatan pengadaan gula petani ini dilakukan dengan mekanisme pengajuan kuantum dari Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Jateng, per periode giling dengan harga Rp 9.700/kg.

Mekanisme itu, sudah mengalami perubahan yang sebelumnya yang harus disurvei terlebih dahulu, namun saat ini diserahkan kepada PG dengan standar nasional Indonesia (SNI). Bahkan saat ini sudah 2.100 ton terserap dari rencana target 38.000 ton hingga akhir tahun ini.

”Bulog bisa melakukan penyerapan sepanjang ada setifikat SNI, sedangkan gula yang sudah terserap berasal dari daerah Pati, Tasikmadu dan Pekalongan,”ujarnya, Senin. (14/8/2018).

Menurutnya, penyerapan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menstabilisasi harga, mengingat stok gula bulog hingg saat masih lebih dari cukup.Dari realisasi penyerapan sebanyak 2.100 ton gua petani melaui PG Tasik Madu yang paling besar hingga mencapai 1.100 ton, disusul PG Rendeng sebesar 464 ton, PG Pangkah sebesar 370 ton dan PG Sragi sebanyak 366 ton yang keseluruhannya sudah dibayarkan.

Pada tahap kedua mendatang, pihaknya merencanakan ajuan penyerapan gula petani ini sebanyak 2.300 ton, yang diperoleh dari PG Tasik Madu 800 ton, PG Rendeng 700 ton, PG Pangkah 400 ton dan PG Sragi sebanyak 400 ton. Daerah-daerah serapan gula petani ini di antaranya di wilayah Pati, Tasik Madu, Tegal dan Pekalongan.

Dengan sertifikasi SNI oleh PG, Bulog sudah siap melakukan pengadaan gula dengan harga sesuai ketentuan pemerintah untuk menjaga kestabilan harga.

”Perum Bulog juga sudah siap menjalankan amanah penugasan sembilan bahan pokok, sejalan dengan komitmen presiden supaya ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia dapat terjamin dan mencapai swasembada pangan,”tuturny.(Suparman)

Komentar