INILAHONLINE.COM, SEMARANG – Kebutuhan beras masyarakat Jawa Tengah tidak perlu khawatir mengalami kekurangan, karena stok bahan pokok makanan ini dijamin aman dan dapat memenuhi kebutuhan hingga awal tahun 2019.
Perum Bulog Divre Jawa Tengah telah merealisasikan, penyerapan beras petani hingga mencapai sebanyak 135.000 ton pada awal September ini, atau setiap harinya Bulog Divre Jateng menyerap 1.000 ton beras.
”Penyerapan beras sebanyak itu hingga kini sudah mencapai 30 persen dari target penyarapan Bulog sampai akhir tahun 2018,”ujar Wakil Kepala Perum Bulog Divre Jateng Juaheni di Semarang, Selasa (4/9/2018).
Menurut dia, sampai sekarang stok beras aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jateng, sekitar lima hingga enam bulan ke depan.
Penyerapan beras dari petani terus dilakukan dari sejumlah wilayah kabupaten dan kota di Jateng, terutama Kabupaten Sragen.
”Besarnya stok beras saat ini membuat Jateng berada dalam posisi surplus,”paparnya.
Meski demikian, lanjutnya, surplus tersebut menjadikan Bulog Divre Jateng dapat melakukan pendistribusian beras ke sejumlah provinsi lain di Sulawesi.
”Hingga saat ini, panen padi di berbagai daerah sentra produksi masih cukup banyak, sehingga stok terus bertambah, terutama dari Kabupaten Sragen yang saat ini memasuki masa panen raya padi,”tuturnya.
Menurutnya, peran mitra petani dan pemprov Jateng pada ketahanan dan kemandirian pangan, sangat membantu penyerapan beras secara optimal. Sehingga Jateng sebagai sentra produksi beras dituntut untuk mampu memenuhi kebutuhannya sendiri.
”Penyebab lain dari peningkatan serapan beras adalah faktor cuaca dan kondisi saat ini, cukup mendukung produksi beras di sejumlah daerah di Jateng. Selain itu, harga juga masih stabil dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, wilayah Jateng penyerapan beras tertinggi masih didominasi dari wilayah Bulog Sub Divre Pati, yang memberikan kontribusi hingga 40 persen dari total penyerapan beras di provinsi ini.
Sedangkan daerah lain terjadi pada wilayah Bulog Sub Divre Semarang, Solo, Pekalongan, Banyumas dan Kedu. rata-rata serapan saat ini mencapai antara 4.500-5.000 ton per hari, setara beras, atau 10.000 ton gabah.
”Bulog optimistis stok beras di Jateng mampu menopang ketahanan pangan hingga awal tahun depan Agustus. Padahal sekarang ini masa puncak panen juga masih terus berlangsung,”tandasnya.(Suparman)





























































Komentar