INILAHONLINE.COM, SEMARANG – Gubernur terpilih Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maemoen Zubair, Rabo (5/9/2018) akan dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng periode 2018-2023, di Istana Negara, Jakarta.
Sebagai petahana Ganjar yang sebelumnya juga menjabat Gubernur Jawa Tengah periode 2013-2018, dalam melaksanakan tugasnya tetap akan lebih fokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM).
”Dalam menjalankan tugas lima tahun berikutnya terdapat dua garIs inti dalam penyusunan program kerja antara lain pendidikan dan kesehatan,”paparnya dalam keterangan persnya di Semarang, Selasa (4/9/2018).
Menurutnya, penentuan dalam dua sektor tersebut merupakan hasil saringan setelah menerima pemikiran dari sejumlah pakar. Namun dengan masukan ini ada hal yang kita coba sampaikan, sehingga saya mendorong untuk pendidikan yang utama. Selanjutnya pengembangan SDM, sehingga politik anggaran kita naikkan.
”Sektor pendidikan, serta bantuan terhadap lembaga-lembaga pendidikan telah disiapkan. Karena hal tersebut menjadi salah satu janji politik yang telah disampaikan Ganjar-Yasin pada masyarakat,”paparnya.
Namun demikian, lanjut dia, yang menjadi janji politik insya Allah kita siapkan, dan terus kita laksanakan. Termasuk mereka yang berada di pondok pesantren dan sebagainya.
”Jadi siap mengucurkan bantuan,penambahan anggaran untuk pendidikan tersebut, bukan sekadar untuk pembangunan fasilitas. Namun diharap semakin menguatnya pembangunan pribadi masyarakat Jawa Tengah,”ujarnya.

Terkait masalah Moral, etik, karakter, menurutnya, akan coba kita bangun sebagai anak bangsa, sehingga diharapkan orang Jawa Tengah tidak gampang musuhan.
”Pinternya itu secara emosional juga secara moral. Ini yang kita dorong di 2019 ini,”katanya.
Sementara untuk program kerja prioritas yang lain, Ganjar mengatakan akan terus fokus dalam penurunan angka kemiskinan. Meski dalam kepemimpinannya periode sebelumnya Jawa Tengah, telah berhasil menjadi provinsi terbaik dalam penurunan angka kemiskinan se Indonesia.
”Yang jelas problem Jawa Tengah masih ada kemiskinan, walaupun kemarin alhamdulillah penurunan kita terbaik se Indonesia, tapi masih kurang meski single digit.”
Ia mengatakan, meski masalah pendidikan serta SDM yang diutamakan, ada juga pengembangan ekonomi rakyat masih menjadi prioritas. ”Ini yang coba kita dorong,”tuturnya.
Terkait masalah majunya 12 hari proses pelantikan, dari rencana sebelumnya yakni 17 September 2018, Ganjar mengaku tak mempersoalkan. Hanya sebenarnya tidak merasa dipercepat, wong saya wes ntek (habis masa jabatan periode sebelumnya), kalau saya merasa malah mundur dari tanggal 23 Agustus.
”Jadi menyerahkan apapun kebijakan tersebut pada pemerintqah pusat atau Mendagri maupun Presiden,”tuturnya.
Ia menambahkan, sebenarnya dimajukan atau tanggal 17 september 2018, mau hari ini mau besok bobotnya baginya sama saja. Kalau kita sih siap-siap saja. Sesimple itu saja.
Sementara untuk persiapan Ganjar mengaku, sudah siap semua. Karena dia merasa pernah melakukan hal serupa waktu dilantik pada 23 Agustus 2013 saat terpilih pertama kali sebagai Gubernur Jateng berpasangan dengan Heru Sudjatmoko.
“Saya kan mengulangi yang sudah pernah dilakukan itu. Secara administratif temen-temen Pemprov, Kemendagri Istana sudah memberikan rudownnya. Sudah siap,” ujarnya seperti dikutif Tribunjateng.com.
Gajar mengakui, ada perbedaan soal seragam di pelantikan kali ini. Sekarang ini pihaknya harus pergi ke penjahit untuk membuat seragam yang baru.
”Seragam yang kemarin kegedean. Tambah kuru (kurus). Aneh memang,” tuturnya sambil terkekeh,”ujarnya.(Suparman)




























































Komentar