oleh

Bupati Grobogan Target Menangkan Ganjar 80 Persen

INILAHONLINE.COM, GROBOGAN – Bupati Grobogan Sri Sumarni menyatakan all out mendukung pasangan calon Ganjar Pranowo – Taj Yasin. Sri mengaku pemerintahan Ganjar sudah banyaj membantu rakyat Grobogan sehingga sudah semestinya didukung menjabat kembali di periode kedua.

“Tahun lalu kita mendapat bantuan gubernur Rp 74 miliar, tahun ini tambah tinggi Rp 94 miliar, dengan kemenangan mutlak di Grobogan, pak Ganjar punya PR setidaknya tahun depan tambah jadi Rp 100 miliar lebih,” katanya dalam Deklarasi Tim Pemenangan Ganjar-Yasin Grobogan di Gedung Wisuda, Selasa (3/4/2018).

Deklarasi dihadiri Anggota DPR RI Imam Suroso dan Wakil Ketua DPD PDIP Jateng Abang Baginda. Seluruh parpol pendukung Ganjar Yasin juga turut hadir. Bupati Sri Sumarni hadir selaku Ketua DPC PDIP Grobogan.

Ketika sambutan, Ganjar ganti membalas pujian pada Sri Sumarni. Menurutnya, Sri adalah satu dari bupati perempuan terbaik di Jateng. Ia mengapresiasi ide pembangunan Grobogan yang mengambil pembiayaan dari pinjaman bank.

“Ini ide bagus, jika pembiayaan dari APBD murni tidak mencukupi, bisa pinjam. Sudah ada banyai lembaga yang kerjasama dengan pemerintah. Seperti PT. SMI (Sarana Multi Infrastruktur) yang merupakan BUMN untuk pembiayan infrastruktur, atau bisa juga ke Bank Jateng,” jelasnya.

Ganjar mengungkapkan sudah ada beberapa daerah yang mengajukan pinjaman ke bank. Di antaranya Grobogan, Sragen, dan Temanggung.

Selain pinjaman ke lembaga perbankan, pemerintah daerah bisa juga menerbitkan obligasi daerah.

“Tapi memang harus diakui, yang paling cepat dan mudah ini meminjam di bank,” ucap Ganjar. Dia mencontohkan pinjaman ke bank sudah pernah dilakukan Pemerintah Kabupaten Temanggung untuk pembangunan rumah sakit.

“Saat ini apresiasi untuk Pemkab Sragen dan Grobogan. Dua bupati perempuan ini meminjam uang Rp 200 miliar untuk pembangunan,” terang Ganjar. Dengan dana pinjaman tersebut, pemerintah daerah bisa melakukan pembangunan infrastruktur lebih cepat tanpa menunggu tahun anggaran baru.

Setelah dana masuk dan pembangunan dimulai, pemerintah daerah tinggal mengangsur setiap bulannya.

“Ya kan tinggal nyicil aja. Tapi yang terpenting, rakyat sudah merasakan manfaatnya. Infraatruktur beres, transportasi lancar, konsumsi meningkat, lapangan kerja terbuka, kemiskinan turun. Efeknya banyak, jika anggaran dan pembangunan diicrit-icrit ya jalan tidak mulus,” kata Ganjar. (Suparman)

Komentar