oleh

Bupati Magelang Instruksikan Distribusi Daging Kurban Gunakan Besek

INILAHONLINE.COM, MAGELANG

Bupati Magelang, Zaenal Arifin SIP mengatakan, untuk menekan jumlah sampah di Kabupaten Magelang, pihaknya telah memberikan surat edaran kepada panitia kurban pada Hari Raya Idul Adha 1440 dan takmir masjid untuk menggunakan besek dan daun pisang saat mendistribusikan daging kurban.

“Saya sudah instruksikan ke Pak Sekda supaya ditindak lanjuti untuk menggunakan besek saja dan daun pisang untuk bungkus daging kurban, ini lebih higienis bisa bisa memberdayakan ekonomi masyarakat, terutama pengrajin besek,” ujar Bupati Magelang, Zaenal Arifin, Rabu (7/8/2019).

Menurut Bupati Zaenal Arifin, dengan surat edaran yang bersifat himbauan kepada seluruh takmir Masjid dan warga yang akan menjadi panitia kurban di Kabupaten Magelang untuk menggunakan besek dan daun pisang, supaya menghindari penggunaan kantong plastik (kresek).

“Marilah kita menggunakan alam kita ini dan lebih ramah dengan alam kita ini dengan sebaik-baiknya. Saya minta rapat-rapat, sudahlah kita tinggalkan yang berbau plastik. Kalau harus pakai lepek ya pakailah lepek. Kalau minum ya pakailah gelas. Maka kita ini yang harus menjadi teladan lebih dulu,” tegasnya.

Kalau penduduk di Kabupaten Magelang ini kurang lebih 1,28 juta jiwa dan sumbangan sampah per orangnya 0,5 Kg perhari, maka dalam satu bulan akan terkumpul ratusan ton sampah. “Sekalipun punya lahan yang begitu besar, juga tidak akan pernah selesai masalah sampah ini. Jadi tidak usah muluk-muluk, mulai dari diri kita masing-masing saja untuk mengurangi penggunaan plastik setiap harinya,” tukas Zaenal.

Harga Hewan Naik 10 Persen

Sementara itu, Jelang Hari Raya Idul Adha 1440 H, harga jual hewan kurban di Kabupaten Magelang mengalami kenaikan hingga 10 persen, dibanding harga jual hari biasa. Kenaikan harga hewan kurban, karena permintaan konsumen meningkat, terutama sapi dan kambing.

“Ya rata-rata kenaikan harga sapi antara 5 hingga 10 juta per ekornya. Jika hari biasa, harga berat sapi sekitar Rp 45.000 per kilo gramnya. Jelang Hari Raya Kurban, harganya naik jadi Rp 50.000 hingga Rp 55.000 per kilo gramnya,” kata penjual sapi asal Desa Pasuruhan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

Menurut Dalyono, saat ini pihaknya sudah menjual sekitar 196 ekor sapi, dengan harga antara Rp 15 juta hingga Rp 21 juta per ekor. Hanya saja, permintaan konsumen tertinggi adalah sapi dengan berat antara 390 – 400 kilo gram. “Ya rata-rata harga sapi yang diminati konsumen senilai Rp 21 juta,” jelasnya.

Kepala Bidang Kesehatan dan Masyarakat Veteriner Dinas Peterikan Kabupaten Magelang, drh Jhon Manglapy mengatakan, untuk mencegah masuk dan beredarnya penyakit hewan menular strategis (PHMS) atau tidak layak konsumsi lainnya, pihaknya melakukan pemeriksaan di tempat penjualan hewan kurban yang ada di Kabupaten Magelang.

Ada dua tim petugas pemeriksaan hewan kurban, meliputi 54 orang, terdiri 10 orang dokter hewan, 44 orang petugas. Pemeriksaan hewan, selain hindari penyakit pada sapi, juga umur, kesehatan hewan, termasuk menentukan sapi jantan. “Sapi betina tidak boleh dipotong,” kata Jhon di sela-sela pemeriksaan hewan kurban.

Selain pemeriksaan, Dinas Peternakan dan Perikanan juga menghimbau panitia kurban untuk tidak menggunakan plastik saat mendistribusikan daging kepada warga, dan disarankan distribusi daging kurban menggunakan besek, ini untuk pemberdayaan pengharjin besek.

Maka petugas Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang, terus mengintensifkan pemantauan lalu lintas hewan kurban. Selain di sejumlah pasar wewan, pemantauan dan pemeriksaan dilakukan disejumlah lapak-lapak yang banyak berdiri menjelang Idul Adha ini.

“Menjelang Idul Adha, intensitas pemantauan terus kami tingkatkan. Apalagi, lalu lintas hewan di daerah ini tergolong tinggi. Sebelumnya, monitoring ke sejumlah pasar hewan sudah rutin kami lakukan setiap hari pasaran. Ini penting untuk mencegah masukkan PHMS,” katanya.

Tim berjumlah 55 orang tersebut, berkeliling ke sejumlah lapak-lapak dan sejumlah pasar hewan diwilayah ini. Dalam sebuah pemeriksaan, tim menemukan sejumlah hewan kurban jenis domba tengah sakit mata dan empat lainnya sakit ORF (mulut).

(Ali Subchi)

Komentar