oleh

Dalam Program PIS-PK Puskesmas Wajib Mendata Seluruh Keluarga Yang Ada Di  Wilayah Kerjanya

INILAHONLINE.COM, BOGOR – Program Unggulan Walikota Bogor “Bogor Anjang Kesehatan” merupakan tindak lanjut dari hasil Pertemuan Bimbingan Teknis Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) pada tahun 2019 lalu di Aceh, yakni Puskesmas Wajib Mendata Seluruh Keluarga yang ada di Wilayah Kerjanya.

PIS-PK yang  berlangsung Hotel Oasis B. Aceh  tersebut terungkap, bahwa pendataan yang biasa dilakukan dengan kunjungan rumah (keluarga) ini harus dilakukan secara terjadwal dan rutin. Petugas Puskesmas nantinya bisa memanfaatkan data hasil PIS-PK ini untuk melakukan intervensi awal dan intervensi lanjut dari permasalahan yang ditemukan dalam keluarga tersebut”, ungkap

Selain itu, petugas Puskesmas nantinya bisa memanfaatkan data hasil PIS-PK ini untuk melakukan intervensi awal dan intervensi lanjut dari permasalahan yang ditemukan dalam keluarga tersebut

Nantinya, Puskemas bisa memanfaatkan data dan informasi dari profil kesehatan keluarga (Family Folder) ini untuk intervensi masalah kesehatan yang ditemui. Program PIS-PK atau yang lebih dikenal dengan Program Keluarga Sehat adalah salah satu program puskesmas yang menggunakan pendekatan keluarga untuk meningkatkan jangkauan sasaran.

Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), setiap Puskesmas Wajib Mendata Seluruh Keluarga yang ada di Wilayah Kerjanya.

“Program ini juga bertujuan untuk mendekatkan dan meningkatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya dengan langsung mendatangi keluarga,” ujar Administrator KesehatanDinas Kesehatan Kota Bogor, Yuliana, SKM.

Menurutnya, pendekatan keluarga merupakan strategi atau pendekatan pelayanan terintegrasi antara upaya kesehatan perorangan (UKP) dan upaya kesehatan masyarakat (UKM) yang didasari oleh data dan informasi profil kesehatan keluarga melalui kunjungan rumah.

“Mengingat penting dan strategisnya program keluarga sehat tersebut, maka diperlukan penguatan dan koordinasi pengelola PIS-PK di wilayah Kota Bogor dengan bidang yang terkait dan mengimplementasikan PIS-PK dengan melakukan pemilihan prioritas masalah serta pemecahan masalah melalui manajemen puskesmas,” paparnya.

Lebih lanjut Yuliana menambahkan, dari hasil pertemuan Bimbingan Teknis PIS-PK pada tahun 2019 lalu di Aceh tersebut menghasilkan beberapa rekomendasi diantarannya, Penguatan integrasi program untuk melanjutkan intervensi lanjut dan melanjutkan kunjungan keluarga seiring dengan intervensi lanjut, Kelurahan/Desa total covered kunjungan keluarga langsung dilakukan verifikasi.

 “Selain itu kita melakukan analisis data 12 indikator dengan melakukan identifikasi masalah, analisis sebab akibat dan menentukan alternatif pemecahan masalah,” pungkasnya. (PH).

banner 521x10

Komentar