oleh

Demo Penolakan Uang Tebusan Kios dan Los Wajar

INILAHONLINE.COM, MAGELANG

Kepala Kantor Dinas Perdagangan dan Koperasi (Disdagkop) dan UKM Kabupaten Magelang, Asfuri Muhsis mengatakan, aksi demo di Pasar Muntilan yang menuntut dan menolak uang tebusan kios dan los, merupakan hal wajar, karena itu merupakan aspirasi yang diperhatikan.

“Di era sekarang, orang bebas menyampaikan pendapat. Hanya saja, aspirasi dilakukan dengan tertib, tidak anarkis, apalagi niatnya tulus memperjuangkan kebaikan serta tidak ada kepentingan lain,” kata Kadisdagkop UKM Kabupaten Magelang, Asfuri Muhsis di Magelang, Sabtu (2/11).

Menurut Asfuri, aksi demo yang menuntut pembebasan pembayaran uang kios dan los, termasuk menuntut oknum yang mempermainkan penempatan pedagan, adalah wsjar. “Saya kira baik saja dan harus kita hormati, kalau ada saran dan aspirasi yang baik, tentu kita dengar dan tindaklanjuti, kebijakan pemerintah utamanya menyangkut pelayanan publik perlu dikritisi, akan lebih baik kalau dengan solusi,” ujarnya.

Terkait dengan penolakan harga tebusan kios dan los, menurut Asfuri, semuanya sudah jelas diatur dalam Perda, sehingga tidak mungkin dihapus. Hanya saja, ada kecuali Perdanya dirubah, dalam menentukan tebusan. Itu pun tidak mahal, pasti dibawah standar, misal pasar Muntilan harga kios Rp 30 – Rp 37 juta, untuk los ada yang Rp 6 juta – Rp 12 juta, tergantung posisinya, sedangkan lesehan tdk dikenakan tebusan atau gratis.

“Ini sama sekali jauh dari provit, artinya pemerintah tidak cari untung, karena dengan harga sebesar itu, kalau pedagang melunasi semua, hanya berkumpul uang Rp 21 Miliar, lebih sedikit, sedangkan biaya pembangunanya mencapai Rp 90 Miluar lebih. Dalam hal ini, pemerintah tidak melihat untung atau rugi,” katanya.

Dijelaskan Asfuri, sampai saat ini pedagang kios dan los yang jumlahnya sekitar 1.770 orang, sudah membayar uang muka sekitar 1500 orang pedagang, atau 90 persen. Sedang yang 10 persen menyusul, dan bagi yang keberatan diberikan solusi bisa minta keringanan atau difasilitasi dengan pinjaman lunak dari bank. “Mengenai kemungkinan ada oknum yg bermain, kalau memang ada dan terbukti, tentu kita tindak,” jelas Asfuri.

(Ali Subchi)

Komentar