oleh

PT KAI Akan Bangun Jalur KA Yogya – Borobudur

INILAHONLINE.COM, YOGYAKARTA

Melalui proyek super prioritas, pemerintah pusat akan membuka jalur kereta api (KA) dari Yogyakarta menuju Borobudur, Kabupaten Magelang. Pembukaan jalur KA tersebut, terkait konektisitas wisatawan asing (Wisman) ke Candi Borobudur ditargetkan mencapai angka dua juta orang per tahun, sehingga perlu jalur transportasi dari Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).

“Ada rencana membuat jalur kereta api dari Stasiun Tugu, Yogyakarta menuju Borobudur, terkoneksi dengan Bandara YIA,” kata Direktur Prasarana Ditjen KA Ir Heru Wisnu Wibowo, saat melakukan peninjauan jalur lokasi KA Yogyakarta – Borobudur, Sabtu (2/11).

Hadir dalam peninjauan lokasi, Direktur Lalulintas dan Angkutan Ditjen KA Danto Restyawan, Kepala Balai Jateng dan DIY Ditjen KA Bram Hertasning, Kasatker P2JN Ditjen Bina Marga Kementrian PUPR Heri, anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Ir Sujadi. Sebelum peninjauan ke lokasi, proyek super prioritas itu dikoordinasikan di meeting room Hotel Artos Magelang, Jumat (1/11) siang.

Menurut Heru, rencana jalur kereta api dari Stasiun Tugu, Yogyakarta menuju Borobudur, juga terkoneksi dari Kota Magelang menuju Borobudur melalui Blondo, dan dari Purworejo menuju Borobudur. Untuk keperluan itu, ada beberapa stasiun pemberhentian di wilayah Kabupaten Magelang, seperti di Palbapang, Borobudur, serta Kembanglimus.

Anggota Komisi V DPR RI, Ir H Sudjadi, mengingatkan dalam pengurusan proyek tersebut jangan sampai tersandung masalah tanah. Misalnya saja untuk lokasi pembangunan stasiun akhir di Borobudur jangan sampai tanahnya bermasalah. ”Diusahakan menggunakan tanah kas desa saja,” katanya.

Direktur Prasarana Ditjen KA Ir Heru Wisnu Wibowo mengatakan, untuk membangun proyek tersebut ada tahapannya. Pertama dilakukan studi kelayakan, tahap selanjutnya membuat desain, kemudian penetapan lokasi, juga mengurus izin amdalnya.

Sekarang ini, lanjutnya, akan melihat frase efektif menuju Borobudur untuk mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur. Dikemukakan, pada zaman Belanda saja jalur kereta api ada kok sekarang tidak ada. Maka, mau dihidupkan lagi. ”Kami ingin melihat jalur efektif untuk menuju arah Borobudur. Ada beberapa alternatif akan dikaji konsultan,” imbuhnya.

Dia menambahkan, berhubung jalur kereta api cenderung banyak yang lurus, maka sulit untuk mencapai tujuan di dekat Candi Borobudur. Maka harus ada stasiun akhir dan posisinya terintegrasi dengan angkutan lain. Begitu turun dari KA ada akses angkutan lain.

Direncanakan jalur KA yang baru akan disambung dengan jalur KA yang sudah ada, yakni dari Stasiun Tugu – Rewulu – Sentolo – Wates. Paling efektif lewat mana. Akan dipelajari konsultan dan jalurnya akan terintegrasi dengan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).

Ditegaskan, jalur KA itu kemungkinan tidak akan menggunakan jalur lama. Sebab kalau akan membangun di jalur lama tantangannya besar. Karena harus menertibkan pengguna. ”Tidak serta merta mengusir tetapi menyangkut rasa kemanusiaan,” imbuhnya.

Mengingat pengerjaan proyek jalur KA baru itu lama, jangka pendeknya bisa menggunakan sarana o-bahn busway. Yakni kendaraan bus yang bisa digunakan melalui jalur kereta api dan jalan darat.

(Ali Subchi)

Komentar