oleh

Dengan Penuh Kesadaran, Warga Perbatasan RI-RDTL Serahkan Senjata ke Satgas Yonif 132

INILAHONLINE.COM, TTU-NTT

Wujud kedekatan dengan masyarakat, seorang warga perbatasan RI-RDTL menyerahkan satu pucuk senjata api rakitan jenis Springfield kepada Satgas Pamtas Yonif 132/BS.

Dansatgas Pamtas Yonif 132/BS, Letkol Inf Wisyudha Utama, mengungkapkan berkat komunikasi sosial yang baik antara personel pos Haumeniana dengan masyarakat, seorang warga berinisal (NK) yang beralamat di Desa Haumeniana, Kecamatan Bikomi Ninulat, menyerahkan senjata miliknya.

“Penyerahan senjata sukarela ini diterima Danpos Haumeniana, Letda (Inf) Zulkifli yang melaksanakan anjangsana ke rumah warga yang sudah dianggap sebagai orang tua angkatnya, pada Rabu (16/10/2019),” jelas Dansatgas Pamtas Yonif 132/BS dalam keterangan tertulisnya yang diterima inilahonline.com di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, Kamis (17/10/2019).

Ia mengatakan, saat bersilaturahmi, NK mengeluhan bahwa dirinya menderita berbagai penyakit, diantaranya sakit kepala, darah tinggi dan maag.

“Mendengar keluhan itu, Letda Zulkifli menyampaikan jika ada masyarakat yang sakit, silahkan datang ke Pos akan dibantu pengobatan secara gratis,” urainya.

Saat berbincang-bincang, Letda (Inf) Zulkifli berpesan, bilamana masih ada masyarakat yang memiliki ataupun menyimpan senjata, bisa berkoordinasi dengan Pos Pamtas Yonif 132/BS, dikarenakan berbahaya jika disimpan secara perorangan, dan hal itu merupakan pelanggaran hukum.

“Sadar dirinya masih menyimpan senjata rakitan, NK pun secara sukarela menyerahkannya kepada anggota,” jelasnya.

“Ini merupakan keberhasilan Satgas mendapatkan senjata secara sukarela dari masyarakat dengan kesadaran sendiri. Semoga dengan adanya penyerahan senjata seperti ini, bisa menjadi contoh bagi masyarakat lainnya,“ tandas Wishuda Utama.

Sementara itu, Letda Inf Zulkifli sendiri menyampaikan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap aparat makin tinggi dan hubungan baik pun makin terjalin dengan harmonis.

“Melalui pembinaan teritorial (Binter) dan pendekatan secara kekeluargaan yang dilakukan oleh anggota Satgas berhasil menggerakkan hati masyarakat, terlebih lagi dengan keberadaannya yang memberikan rasa aman dan damai,” jelasnya menambahkan.

“Hasilnya pun secara sukarela dan penuh kesadaran, warga menyerahkan senjata api rakitan miliknya kepada Satgas,” sambungnya.

Selain itu, NK mengungkapkan, kesadarannya menyerahkan Senpi tersebut karena melihat bahwa Satgas selalu peduli akan keberadaan warga, dan mereka pun merasa nyaman dengan keberdaaan Satgas di desa mereka.

“Kami sudah dilindungi oleh bapak Satgas yang baik hati dan selalu ada untuk kami. Jadi kami tak perlu merasa khawatir karena mereka selalu dekat dengan warga,” pungkasnya.

(Hariyadi)

Komentar