oleh

Di Tengah Corona Industri Pariwisata Harus Antisipasi Perubahan Trend

INILAHOLINE.COM, MAGELANG

Pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif, harus mengantisipasi perubahan trend saat ini. Setelah pandemi Covid – 19, maka pelaku usaha bersama pemerintah, harus berinovasi dengan melakukan perbaikan, sehingga cepat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di dunia pariwisata global.

“Perlu menyiapkan strategi khusus dalam promosi pariwisata di era adaptasi kebiasaan baru,” kata Sekda Pemerintah Kabupaten Magelang, Drs H Adi Waeyanto, pada pelatihan tata kelola destinasi pariwisata di Kabupaten Magelang, berlangsung tiga hari, di Hostel Artos, Selasa (14/7-2020).

Menurut Adi, dengan cara fokus terlebih dahulu untuk pariwisata domestik, maka targetnya adalah wisatawan domestik, dengan menyiapkan program promosi dengan produk lokal, dan atraksi pariwisatanya. Baik wisatawan domestik maupun luar, dapat berwisata dengan aman dan masyarakat bisa produktif, utamanya bagi pelaku pariwisata.

Pelatihan digelar Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang, dengan tajuk Tata Kelola Destinasi Pariwisata Kabupaten Magelang, Selasa (14/7/2020) bertempat di Artos Hotel.

Kegiatan pelatihan dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda Dan Olahraga Magelang, Iwan Sutiarso, dan dilaksanakan selama tiga hari mulai Selasa – Kamis (14 – 16/7/2020).

Pelatihan tersebut diikuti oleh 45 orang dari unsur, pengelola daya tarik wisata 30 orang, pengelola desa wisata 2 orang, ekonomi kreatif 5 orang, GENPI 1 orang, Wartawan 3 orang, Disparpora 4 orang.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda Dan Olahraga Magelang, Iwan Sutiarso, mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan untuk pengelola sektor pariwisata dalam menghadapi pandemi Covid 19, serta persiapan pariwisata menuju adaptasi kebiasaan baru.

“Mereka pengelola wisata, semakin mahami mengelola wisata dalam adaptasi kebiasaan baru, melalui simulasi, sebelum nantinya dibuka,” ucap Iwan.

Menurut Iwan, adaptasi kebiasaan mengacu kepada, taat SOP protokol kesehatan. Untuk menekan dampak negatif, diantisipasi dengan empat standar, yaitu standar kebersihan, standar kesehatan, standar keselamatan, standar kepedulian lingkungan yang terjamin.

“Dengan demikian potensi menularan Covid 19 bisa dihindari, dan daya tarik wisata dapat dinikmati pengunjung,” terang Iwan.

Iwan menerangkan, dampak Covid 19 ini adalah ekosistem pariwisata yaitu obyek wisata, transportrasi, kuliner, hotel, homestay dan lain-lain yang saling berkait.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri, semua saling terkait, dimana semua unsur ekosistem pariwisata harus mengetahui Tata Kelola Destinasi Pariwisata dalam adaptasi kebiasaan baru.

Hal itu menjadi latar belakang pelatihan ini, agar perekonomian masyarakat kembali dengan dibukanya daya tarik wisata, namun resiko Covid 19 dapat ditekan,” ungkap Iwan.(Ali Subchi)

Komentar