oleh

Diduga Dua Pedagang Sayur Dibunuh Dengan Racun Sianida

INILAHONLINE.COM, MAGELANG — Dua pria berinisial L (31) dan W (38) pedagang sayur warga Dusun Marongan, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, Kabupaten. Magelang, meninggal dunia di dalam mobil yang terparkir di pinggir jalan Dusun Sukoyoso, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Rabu (10/11/2021) lalu.

Diduga, kedua korban meninggal setelah menimun air putih dari seorang berprofesi dukun pengobatan alternatif, IS (57) warga Dusun. Karangtengah, Desa Sutopati, Kecamatan. Kajoran Kabupaten. Magelang.

Oleh polisi, kini IS ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik Polres Magelang memeriksa sebanyak 17 orang saksi atas meninggalnya dua orang pria ditemukan tewas didalam mobil.

Dua pria berinisial L (31) dan W (38) adalah pedagang sayur warga Dusun Marongan, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, Kabupaten. Magelang tersebut, meninggal dunia di dalam mobil yang terparkir di pinggir jalan Dusun Sukoyoso, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Rabu (10/11/2021) lalu..

Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Magelang, Kompol Aron Sebastian kepada wartawan, Jumat (19/11-2021) mengatakan, berdasarkan hasil laboratorium forensik terhadap air di dalam plastik bening, kemudian sampel cairan mulut, urin, dan lambung korban. “Dalam tubuh korban, terdapat kandungan racun sianida,” jelasnya.

Menurut Aron, dari hasil penyelidikan Polres Magelang, L dan W diduga sengaja dibunuh oleh IS (57) warga Dusun Karangtengah, Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang. Pekerjaan IS juga membuta praktik pengobatan alternatif di rumahnya..

Selain itu, IS juga dikenal mempunyai kemampuan “mendoakan” atau “menggandakan” uang supaya tidak habis dipakai. Dengan kemampuan itu, sebelum meninggal dunia, L dan W diketahui mendatangi rumah IS minta dioakan agar uangnya bisa bertambah.

Hasil pemeriksaan dan pengakuan tersangka IS, baik L dan W berkunjung ke rumah tersangka pada 10 November 2021, sekitar pukul 16.00 WIB. Dalam kunjungan tersebut, korban kepingin menggandakan uang dengan membawa uang Rp 25 juta yang merupakan hasil menggadaikan sebuah mobil milik korban W.

Tersangka IS memberikan air putih dalam kemasan botol kepada korban. Air itu disebut sebagai syarat agar uang bisa berlipat ganda. Kepada korban, tersangka berpesan supaya air tersebut diminum sebelum sampai ruma, dan saat menumnya tidak boleh ada yang tahu.

“Air itu ternyata sudah dicampur racun potas, yang mengandung sianida. Namun tersangka mengaku kalau air itu adalah air yang sudah didoakan, berasal dari mata air Sijago (lereng Gunung Sumbing), ” ucap Aron di Mapolres Magelang.

Dalam perjalanan pulang, diduga korban meminum air putih yang diberi apotas tersebut. Sedangkan motif tersangka meracuni dua pria tersebut hingga tewas, karena ingin menguasai uang Rp 25 juta milik korban.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Magelang AKP M Alfan menuturkan, pelaku membeli racun apotas di toko pertanian di wilayah Desa Sutopati, Kabupaten Magelang.

Tersangka telah ditangkap, kini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu, polisi mengamankan satu unit mobil, satu unit sepeda motor dan uang tunai Rp 25 juta, dua buah botol air mineral, satu buah botol minuman bersoda, serta dua buah plastik bening berisi sisa cairan, pakaian korban dan tersangka, tiga unit ponsel.

“Tersangka disangka tindak pidana pembunuhan dengan rencana atau pembunuhan, Pasal 340 KUHP atau Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati seumur hidup,” ungkap Alfan. (ali subchi)

Komentar