oleh

Dinkes Kota Bogor Memiliki Program Penagnggulangan TBC

Dahulu pada tahun 2009 Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor memiliki program penanggulangan Tuberkulosis (TBC) Paru dengan melakukan pendataan di 24 Puskesmas, dua rumah sakit, Lapas Paledang dan BP Melania. Dinkes menargetkan untuk mendata 10.589 orang terduga TBC, namun selama proses pendataan dan observasi di lapangan diperoleh data 8.034 orang terduga TBC dan 1.048 positif TBC.

Pendataan dilakukan per triwulan selama empat kali. Berdasar hasil pendataan tersebut diperoleh fakta bahwa penyakit TBC termasuk penyakit nomor tiga penyebab kematian. Di tingkat Jawa Barat, lanjut dia, Kota Bogor masuk peringkat 10 besar jumlah penderita TBC.

TBC kebanyakan menyerang usia produktif yakni dari usia 14 tahun hingga 54 tahun. TBC juga menyerang balita dan anak-anak dari usia enam bulan, selama tahun 2009 tercatat sebanyak 206 anak mengidap TBC.

Berdasarkan data evaluasi TB Paru selama kurun waktu 2009 jumlah penderita TBC yang telah meninggal kurang lebih 19 orang. Penyakit TBC adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa.

Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA). Penyakit TBC biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk, dan pada anak-anak sumber infeksi umumnya berasal dari penderita TBC dewasa.

Bakteri ini bila sering masuk dan terkumpul di dalam paru-paru akan berkembang biak menjadi banyak (terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah), dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening.

Oleh sebab itulah TBC dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti paru-paru, otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, kelenjar getah bening, dan lain-lain, meskipun demikian organ tubuh yang paling sering terkena yaitu paru-paru.

Penyakit TBC juga berkaitan dengan pola hidup sehat, penularan penyakit dapat dihentikan, jika masyarakat bersama-sama menerapkan pola hidup bersih dan sehat. “Intinya pola hidup bersih, menjaga kebersihan lingkungan, makanan yang sehat dan melakukan olah raga dapat mengurangi penularan penyakit TBC,” kata Totih.

TBC adalah sebuah penyakit yang disebabkan karena infeksi bakteri yang terjadi pada saluran pernapasan. Adapun jenis bakteri yang menyebabkan infeksi tersebut merupakan bakteri basil yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu yang lama untuk mengobatinya. Maka dari itu alasan mengapa penderita TBC proses penyembuhannya dibutuhkan waktu yang lama. Selain itu bakteri ini juga sangat sering kali menginfeksi organ paru-paru (90%) dibandingkan organ tubuh lainnya.

Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi perhatian di dunia. Hal ini dikarenakan jika sebuah negara belum bebas dari penyakit ini maka tingkat kematian akibat kuman mycobakterium tuberculosis semakin tinggi. Menurut data laporan Bidang P2P program TB Paru Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, dari jumlah seluruh kasus TB Paru tahun 2017 sebanyak 2.393 kasus yang BTA (+) sebanyak 866 kasus atau sebesar 36,2 % . Melihat fenomena seperti itu memang sangat memprihatinkan.  maka untuk menghindari penyebaran penyakit tersebut sangat diperlukan sekali untuk kita mengetahui mengenai penyebab, gejala dan cara pencegahan penyakit TBC.

Penyebab Penyakit TBC

Penyakit Tbc bisa disebabkan karena bakteri mycobacterium tuberculosis yang merupakan sejenis bakteri kecil yang memiliki bentuk tongkat. Begitu kecilnya bakteri ini bisa membuat ribuan bakteri bersarang dan hidup bersama di tempat yang hanya seluas ujung jarum. TBC menyerang bagian tubuh seperti paru-paru dan bersarang di bagian tempat yang sejuk, gelap dan lembab. Selain itu TBC juga bisa disebabkan karena tertular oleh penderita melalui cairan yang keluar ketika bersin dan batuk. Karena faktor makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi dengan udara kotor yang mengandung bakteri tersebut. Memang cukup banyak sekali penyebab dari penyakit TBC yang harus diketahui.

Gejala Penyakit TBC

Bagi seseorang yang terserang bakteri penyebab penyakit TBC biasanya akan mengalami beberapa gejala seperti akan meraskan demam yang terlalu tinggi, dan disertai dengan influenza yang bersifat hilang timbul. Selain itu juga akan disertai dengan penurunan nafsu makan dan berat badan, batuk-batuk selama lebih dari 2 minggu hingga dapat disertai dengan darah.  berikut ini merupakan gejala umum yang sering terjadi pada pederita penyakit TBC.

  1. Batuk hingga lebih dari 2 minggu dan dahak bercampur darah/batuk darah.
  2. Sesak nafas atau sering merasa nyeri pada dada.
  3. Berkeringat pada malam hari.
  4. Mengalami penurunan nafsu makan secara drastis
  5. Sering mudah demam dan badan mudah lemas.

Cara pencegahan penyakit TBC :

  1. Selalu menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan sekitar.
  2. Menghindari kontak dengan penderita penyakit TBC aktif.
  3. Memperbaiki pola hidup dan makan yang sehat dan baik seperti menuhi makanan yang bergizi dan sering melakukan olahraga.
  4. Melakukan vaksin BCG untuk mencegah terjadinya kasus TBC yang lebih berat. Lakukan vaksin secara rutin dari mulai masih balita.

Ketika Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (kemenkes RI) ketika masih dijabat Dr. Anung Sugihantono, M.Kes, dijelaskan bahwa TBC bukan hanya bagaimana menemukan penyakitnya, tapi juga mengobati pasien TBC sampai sembuh.

Pencegahan dini sebenarnya bisa diupayakan melalui pemberian imunisasi BCG sejak usia bayi. Untuk itu pemerintah selalu  mengimbau  kepada para  orang  tua  agar tidak melewatkan  imunisasi BCG untuk mencegah penyakit TBC. Upaya lain yang dilakukan pemerintah adalah menyosialisasikan Gerakan Temukan, Obati Sampai Sembuh (TOSS) TBC.

“Gejala khas TBC adalah batuk sekitar dua minggu atau lebih, keluar keringat dingin setiap saat tanpa penyebab yang jelas, demam tidak terlalu tinggi, nafsu makan dan berat badan menurun. Ini yang disebut TBC,” jelas Anung.

TBC merupakan ancaman terhadap cita-cita pembangunan dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat secara menyeluruh, karenanya perang terhadap TBC berarti pula perang terhadap kemiskinan, ketidakproduktifan, dan kelemahan akibat TB. (Advetorial)

Komentar