oleh

Dirut PT KIW : Kawasan Industri Brebes siap menerima relokasi 27 Pabrik AS dari China ke Indonesia

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Indonesia memenangkan pertempuran di negara-negara Asia Tenggara sebagai tujuan utama untuk relokasi pabrik-pabrik AS. Trump memutuskan untuk merelokasi sekitar 27 pabrik AS dari Cina ke Indonesia.

Konflik karena persaingan dagang antara AS dan Cina sangat menguntungkan Indonesia. Beberapa perusahaan Eropa & Jepang juga bergabung dengan AS untuk keluar dari Tiongkok, untuk memutus rantai pasokan dunia dari Tiongkok.

Menurut Direktur Utama PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) Rahmadi Nugroho, relokasi ini sebagai peluang sekaligus tantangan. Peluang harus dimanfaatkan, ditangkap, sedangkan tantangan harus dihadapi dan diselesaikan.

“Sulit memang, tetapi bukan berarti tidak bisa” ujarnya dalam releasnya kepada Inilahonline.com di Semarang, Jumat (22/5/2020).

Rahmadi, yang sebelumnya sebagai Direktur Utama PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP), mengakui Vietnam memang menggiurkan dan menarik para investor asing. Di Vietnam kawasan industri menyatu dgn pelabuhan dan berjejer dari utara ke Selatan. Investor tinggal masuk sebulan sudah bisa operasi.

“Makanya tidak heran investor Korea, Jepang, Singapura, Malaysia, Jerman dan Inggris berjubel disana. Bahkan investasi terbesar Korea ada di Vietnam,” paparnya.

Menanggapi tentang kawasan baru ini, Rahmadi optimis bahwa kawasan industri baru di Brebes mampu bersaing dengan Vietnam.

“Kawasan Industri Brebes, sedang berproses dan progres berlangsung dengan cepat serta lancar, karena didukung oleh Kemenko Maritim dan Investasi, Kemenko Perekonomian, Kemen BUMN, Kemen Perindustrian, Kemen PUPR, Kemen Agraria, Kemen Keuangan, Bappenas, BKPM, Pemprov Jateng dan Pemkab Brebes,”ujar peraih penghargaan Kawasan Industri Terbaik di tahun 2016 dan 2017 berturut turut ketika memimpin sebagai Direktur Utama JIEP.

Ditanya konsep makro untuk Kawasan Industri Brebes ? Rahmadi menjelaskan, konsep Kawasan Industri Brebes didesain sebagai Kawasan Industri modern, Eco-friendly, dan memiliki daya saing yang unggul dibidang kawasan industri.

“Komitmen Kawasan Industri Brebes untuk menjadi kawasan industri paling prospektif yang terpadu, mandiri, serta ramah lingkungan,” paparnya.

Namun demikian, tambahnya, dengan pelayanan dan fasilitas terlengkap, harga terbaik, infrastruktur yang memadai, serta tim yang profesional, sehingga mengarahkan program yang ada guna sesuai dengan sistem Eco Friendly (Ramah Lingkungan) yang selama ini diusung.

“Yang jelas memberdayakan masyarakat sekitar, terutama pada ring satu untuk bersinergi mengentaskan kemiskinan, dengan dibukanya peluang untuk tenaga kerja,” ujarnya.

(Suparman)

Komentar