oleh

Disdik Kota Bogor Keluarkan SE Pelaksanaan Kegiatan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona

INILAHONLINE.COM, BOGOR

Dinas Pendidikan Kota Bogor mengeluarkan surat edaran (SE) nomor 800/1174-Sekret tentang pelaksanaan kegiatan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Coronavirus Disease (COVID-19)

“Kami mengeluarkan surat edaran untuk pengawas dan penilik serta kepala TK, SD, SMP dan satuan pendidikan non formal dalam melakukan kegiatan pependidikan dalam masa darurat penyebaran infeksi Corona,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Fahrudin, Senin (6/4/2020).

Fahrudin, mengatakan pemerintah memutuskan tidak melaksanakan Ujian Nasional (UN) Tahun 2020 untuk SD, SMP dan SMA sederajat, karena ada wabah Virus Corona (COVID-19). Dengan dibatalkannya UN tahun 2020. Maka, proses penyetaraan bagi lulusan program paket A, B dan C, akan ditentukan oleh Kemendikbud RI.

“Untuk pelaksanaan Ujian Sekolah atau kesetaraan kriteria kelulusan dan kenaikan kelas untuk SD, SMP dan program kesetaraan di lingkungan Pemerintah Kota Bogor mengacu pada surat edaran Mendikbud no 4 tahun 2020,” ujar Fahrudin.

Dalam surat edaran tersebut untuk Kompetisi Sains Nasional (KSN) kompetisi olahraga siswa nasional (KOSN) dan Festival Lomba Sains Nasional (FLS2N) jenjang SMP dan SD tingkat Kota Bogor itu ditangguhkan, sampai dikeluarkan petunjuk dari Kemendikbud RI.

“Saya juga telah menyampaikan kepada beberapa pejabat daerah kota bogor, terutama kepada Walikota dan Wakil Walikota, Sekda dan Ketua gugus tugas COVID-19, surat edaran dinas pendidikan kota bogor terkait pelaksanaan kegiatan pendidikan dalam masa darurat penyebaran COVID-19 dan lampiran surat edaran tentang kriteria kenaikan kelas dan kelulusan,” ujar Fahrudin.

 

Sementara untuk kriteria kenaikan kelas dan kelulusan, Fahrudin melanjutkan, Bagi kelas I sampai VI dilakukan penilaian harian, tengah semester, tugas-tugas, praktek-praktek, produk aktifitas belajar di rumah, dan nilai sikap.

“Untuk nilai semester genap tahun pelajaran 2019/2020 dinilai dari, rata-rata nilai harian, nilai tengah semester, nilai tugas, praktek, aktivitas belajar di rumah dan sikap,” jelasnya.

Selain itu, Fahrudin menambahkan, untuk nilai kelulusan SD, SMP dan SMK atau SMA itu dinilai dari penilaian harian, tengah semester, tugas-tugas, praktek-praktek, produk aktifitas belajar di rumah, dan nilai sikap.

“Sama juga untuk nilai kelulusan siswa-siswi, SD, SMP, SMA dan SMK, nilai semester genap tahun pelajaran 2019/2020 dinilai dari, rata-rata nilai harian, nilai tengah semester, nilai tugas, praktek, aktivitas belajar di rumah dan sikap. Akan tetapi, ada rumusan lagi seperti menentukan nilai serta rapot bobot dari masing-masing unsur ditentukan. Ada juga penilaian peserta didik sudah menyelesaikan seluruh program belajar, nilai rata-rata raport nilai minimal yang ditentukan,” tukasnya.

Masa Libur Sekolah Diperpanjang

Fahrudin mengatakan, kegiatan belajar mengajar dengan melihat perkembangan dan melihat situasi saat ini tentunya akan dilakukan perpanjangan masa kegiatan belajar di rumah.

Menurutnya, beberapa wilayah lain pun telah resmi memperpanjang masa kegiatan belajar di rumah.

“Melihat situasi seperti sekarang ini harus di perpanjang,” ungkap Fahrudin.

Dirinya, berencana dalam minggu ini akan mengusulkan kepada Walikota Bogor untuk menambah perpanjangan masa kegiatan belajar di rumah.

Selain itu, situasi seperti ini, tentunya kegiatan belajar mengajar di lingkungan sekolah sangat bertentangan dengan upaya pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona melalui social distancing atau jarak sosial.

Fahrudin berharap, dengan adanya wabah Virus Corona (COVID-19) kita harus bijak menyikapinya, “Besar harapan saya semua bisa menyikapi keadaan ini dengan bijak. Jaga kesehatan, banyak berdoa, dan tetap bekerja dari rumah dengan penuh semangat dan produktif,” tandas Fahrudin.

(Ian Lukito)

Komentar