oleh

Diskominfo Pemprov Jabar : Perlu Kaji Ulang Penutupan Telegram

InilahOnline.com (Bandung-Jabar) – Kementerian Komunikasi dan Informatika RI resmi memblokir aplikasi Telegram versi web, guna menyelamatkan keamanan negara yang saat ini dimanfaatkan kelompok teroris sebagai alat komunikasi di Indonesia.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Barat, Anton Gustoni mengharapkan, pemerintah pusat terlebih dahulu mengkaji ulang terkait rencana penutupan Telegram versi web tersebut.

“Kalau menurut saya, semestinya mereka harus mengkaji ulang terlebih dahulu, apakah harus semuanya ditutup atau ada beberapa informasi yang tidak ditutup, jadi tidak keseluruhan ditu-tup,” katanya.

Menurut Anton, yang harus segera ditutup adalah informasi-informasi yang masuk dan diketahui menyesatkan sehingga dapat mengganggu stabilitas nasional.

“Misalnya, ada informasi yang menyesatkan, jadi itu yang harus ditutup,” ucap Anton, selepas acara Halal Bihalal di Diskominfo Jabar, Jalan Tamansari No.55 Bandung, Jawa Barat, Selasa (18/7/2017).

Anton mengaku, hingga saat ini keberadaan Telegram masih sangat penting dan dibutuhkan untuk berbagai kegiatan yang berkaitan dengan telekomunikasi.

“Setelah dikaji kemudian kita punya data-data yang konkret, baru kita mengambil keputusan dan harus ada solusi yang baik,” tuturnya. (Hilda)

Komentar