Disporapar Jateng : Untuk Datangkan Wisatawan Asing akan Adakan Festival Karimunjawa

INILAHONLINE.COM, SEMARANG – Festival Karimunjawa dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan pada bulan September ini, sehingga dalam event ini diharapkan bisa mendatangkan para turis asing yang mau singgah disana sambil menikmati alam terbuka pantai yang indah dan alami.
”Untuk mendatangkan para turis dari berbagai mancanegara supaya datang ke Karimunjawa, akan mengenalkan lebih dulu yang sudah kesana dan belum pernah ke lokasi Karimunjawa,”kata Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Jateng Urip Sihabudin kepada inilahonline.com di Semarang, Selasa (4/9/2018).

Menurut dia, dalam pelaksanaan festival nanti supaya banyak pengunjungyang berdatangan, pihaknya menyediakan kapal cepat dari hari Rabo, Jumat dan Minggu serta pesawat melalui bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.

”Para turis asing dari mancanegara akan disediakan kapal cepat dan pesawat, yang kini sudah mulai beroperasi dari bandara Semarang-Karimunjawa (PP),”paparnya.

Terkait obyek pariwisata di Provinsi Jawa Tengah yang kalah dengan Yogyakarta dan Bali, Urip Sihabudin mengakuinya, namun supaya obyek pariwisata di Provinsi Jawa Tengah dan Kota Semarang pada khususnya bisa mendatangkan para turis asing dari berbagai mancanegara, seharusnya melakukan promosi ke negara Eropa secara kontinu.

”Dengan berbagai promosi ini, diharapkan bisa mengetahui pangsa pasarnya seperti apa yang harus dijual ke pasar Eropa. Namun pangsa pasar Asia dan Australia hingga kini masih sedikit belum begitu sesuai dengan target yang diharapkan,”tuturnya.

Promosi untuk menjual tempat-tempat pariwisata harus terus dilakukan, meski hasilnya hingga kini belum bisa dilihat secara jelas. Tapi setidaknya dengan pronosi masyarakat eropa sudah tahu bahwa di Jawa Tengah terdapat berbagai obyek wisata yang menarik,

”Hanya yang menjadi kendala yaitu bagaimana bisa membuat para turis asing itu tertarik dengan obyek wisatanya serta budaya yang ada didalamnya,”ujarnya.

Urip menambahkan, dengan sudah berlakunya Peraturan Daerah tentang Pengembangan Destinasi Wisata Jawa Tengah, masyarakat daerah bisa mengembangkan obyek wisata secara baik, yang dikelola oleh BUMDES sehingga masing-masing daerah harus mempunyai keunggulan tersendiri.

‘’Setidaknya daerah-daerah yang mempunyai obyek wisata, harus mempunyai karakter tersendiri jangan sampai sama dengan daerah lain,”paparnya.

Ia mencontohkan, obyek wisata air Umbul Ponggok Klaten yang sekarang dikelola oleh masyarakat dengan manajemen baik, akhirnya mendapatkan penghasilan cukup besar mencapai Rp 10 miliar per tahun. Hal yang sama juga dilakukan di Mangunsari Kabupaten Brebes dengan obyek wisata selamatkan air dan irigasi.

”Jadi dengan obyek wisata di daerah ini secara ekonomi bisa membantu pendapatan warga, sehingga bisa mengurangi kemiskinan di desa,”katanya.(Suparman)

banner 521x10

Komentar