Penetapan 10 Destinasi Wisata Jawa Tengah Harus Mendapat Perhatian Serius Ganjar Pranowo

INILAHONLINE.COM, SEMARANG – Penetapan Jawa Tengah sebagai 10 destinasi unggulan nasional oleh pemerintah pusat diharapkan mendapat perhatian serius Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jateng terpilih. Jika tidak maka hal tersebut justru bisa membuat citra buruk wisata Indonesia di mata dunia.

Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Apindo) Jawa Tengah, Joko Suratno, menjelaskan apabila pemerintah pusat saja sudah menetapkan demikian, artinya provinsi adalah gambaran wajah Indonesia. Sehingga sebisa mungkin dijaga atau minimal tidak mengecewakan para wisatawan, khususnya mancanegara.

“Semoga ada perhatian lebih untuk merealisasikan Jawa Tengah sebagai 10 destinasi unggulan di Indonesia. Harus ada keseriusan indikatornya adalah anggaran untuk pariwisata lebih ditingkatkan lagi,” Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Apindo) Jawa Tengah, Joko Suratno, Selasa (4/9/2018).

Joko mengungkapkan, kondisi pariwisata di Jawa Tengah belum sepenuhnya menggembirakan. Terlebih pada wisatawan internasional yang hingga kini masih jauh dari target.

“Wisatawan domestik naik, sudah melampaui target. Sedangkan di wisawatan internasional ada penurunan, sekarang masih 450 ribu padahal targetnya 1.300 sampai dengan akhir tahun nanti,” imbuhnya.

Sepinya wisatawan mancanegara menurut Joko disebabkan karena promosi belum dilakukan maksimal. Padahal pencitraan penting dan merupakan modal bagi dunia pariwisata.

“Pariwisata di Jateng yang kurang adalah promosi, serta sarana dan prasaran masih banyak yang perlu dibenahi tentunya itu butuh biaya yang tidak sedikit,” ujarnya.

Joko yakin Gubernur, Ganjar Pranowo memiliki pergerakan yang cepat dalam mentasi permasalahan yang barkeitan dengan pariwisata. Contohnya ketika membenahi prasarana ketersediaan listrik di Karimunjawa.

“Tapi itu saja masih kurang, karena kita ditetapkan sebagai 10 destinasi unggulan nasional maka harus ada upaya lebih. Respon dari Gubernur bagus tinggal dinasnya saja,” imbuhnya.

Dari sisi kelembagaan, Joko menilai perlu ada perhatian dan penguatan dari pemerintah. Lembaga penggiat pariwisata sepert Asita, PHRI sebaiknya diberikan alokasi anggaran agar bisa bersama-sama mebantu menumbuhkan pariwisata di Jateng.(Suparman)

banner 521x10

Komentar