oleh

Ekses Proyek Normalisasi BKT Semarang, Teha Eddy Johar Berhadapan Dengan Walikota Semarang

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Ekses Proyek Normalisasi (Sungai) Banjir Kanal Timur (BKT), membuat seorang tokoh masyarakat sekaligus pegiat sosial di kawasan Kaligawe Semarang, berhadapan hukum dengan Walikota Semarang, Hendrar Prihadi. Saya tak suka dengan begini, tapi faktanya memang seperti ini, ujar Teha Eddy Johar ditemui dirumahnya, tepian Sungan BKT.

Menurutnya, Pemkot Semarang melalui aparatnya diback up penegak hukum, dalam dua tahun terakhir sering bersikap represif pada warganya yang tinggal/menghuni dikawasan yang menjadi titik pelaksanaan Proyek BKT tersebut. Kekuatan warga kalah jauh dengan aparat, sehingga warga “kalah” dan tak mampu berbuat apapun.

Warga yang “melawan” proyek tersebut, berjumlah ratusan Kepala Keluarga. Umumnya mereka masyarakat gurem, penggarap lahaan-lahana liar yang duibuat tgambak atau bedeng-bedeng penangkapan ikan. Dengan status itu, kendati telah puluhan tahun warga menggarap lahan, tak bisa berbuat apapun saat lahannya di buldozer untuk Proyek BKT.

Teha Eddy Johar yang dalam setiap aksi warga selalu memimpin didepan, aakhrnya menjadi sasaran bidik utama oleh oknum aparat. “Oleh oknum Kecamatan, saya bahkan di adu domba oleh warga. Sehingga warga tak percaya lagi pada saya. Pada hal, saya orang terdepan yang membela warga”, keluh Teha Eddy Johar dengan nada yang dalam.

Tidak hanya sampai disitu, lahan tambak seluas 4 Ha yang digarap Teha Eddy Johar, tanpa ampun diurug rata dengan tanah oleh para pelaksana Proyek BKT. Teha Eddy Johar tak tinggal diam. Pria usia 55 tahun yang dikenal sebagai tokoh Yayasan Sosial Soegiyopranoto Semarang, melakukan perlawanan lewat hukum.

Proses hukum masih berjalan, kita menunggu hasil final, ujar Teha Eddy Johar. Bersamaan itu, Walikota Semarang berusaha melakukan “personal approach” dengan Teha Eddy Johar, melalui kurir-kurir khusus yang faktanya bertindak seperti makelar. Pendekatan macam itu hingga kini belum membuahkan hasil.

(Heru Christiyono Amari)

Komentar