oleh

Enam Santriwati Yayasan Istiqomah IAPAT UNDIP Semarang Diwisuda Dengan Menyandang Gelar Hafidzoh

INILAHONLINE.COM, SEMARANG – Enam santriwati Yayasan Istiqomah milik Ikatan Alumi Pendidikan Terapan Universitas Diponegoro (IAPAT – UNDIP) diwisuda dan menyandang gelar hafidzoh, di Kedai Kenitu, Banyumanik, Semarang, Sabtu (4/12/2021)

Enam santriwati yang diwisuda adalah Kamila Fukayha Asyalya (18) berasal dari Jakarta Timur, Khansa Khaerunnisa Asy Syifa (16) dari Jakarta Timur, Aliyah Asy Syafa (17) dari Bogor, Naurah Nur Agin Salsabilah (15) dari Bekasi), Salwa Putri Nayla (15) dari Bandung dan Nisrina Tufailah Hasan (17) berasal dari Depok

Mereka para santriwati tersebut berhak menyandang gelar hafidzoh setelah melalui ujian cukup berat pada 24 November 2021 lalu di hadapan tim penguji dari Pendidikan Ulya Nida Al Qur’an, Temanggung. Adapun tim pengujinya adalah Umi Nadhifah dan Meinita Choirul Badriyah, didampingi oleh Fitri Ratna Nadia dan Lia Kamaliya Nurrosyada.

Ketua Umum Yayasan Istiqomah Ima Syahata mengatakan, bahwa keberadaan yayasan Istiqomah berniat memajukan yayasan secara mandiri. Selain itu, Yayasan Istiqomah yang berada di bawah Ikatan Alumni Pendidikan Terapan (IAPAT) Universitas Diponegoro Semarang ini bekerjasama dengan Askar Kauny dalam mendidik para santriwati sehingga berhak menyandang gelar hafidzoh.

“Terima kasih atas bimbingan Askar Kauny hingga sejauh ini. Kami berharap, mulai tahun depan bisa lebih mandiri melahirkan hafidzoh. Karena Askar kauny cukup memiliki pengalaman mengelola pesantren hingga mampu meluluskan sembilan santriwati sebagai penghafal Al Quran,” imbuh Ima.

Sementara itu,  Ketua Panitia Wisuda Ir Hj Ninik Harini menambahkan, keenam santriwati yang diwisuda oleh Yayasan Istiqomah tersebut menjalani ujian tajwid, mahroj dan kelancaran. Secara umum, keenam santriwati tersebut dapat melewati ujian dan mendapatkan nilai B untuk kelancaran hafalan.

“Mereka para santriwati tersebut mampu menghafal Al Quran 30 juz dengan baik, termasuk betul tajwid, mahroj, dan kelancaran. Selain itu, mereka juga harus mampu menghafal secara acak, termasuk tafsirnya,” jelasnya.

Lebih lanjut Ninik menambhakan, prosesi wisuda tetap mengikuti protocol Kesehatan, yakni diselenggarakan masih di tengah pandemi Covid-19, sehingga hanya bisa dihadiri undangan dalam jumlah terbatas.

“Kami menyiarkan acara ini melalui aplikasi Zoom agar semua alumni bisa menyaksikan sendiri hasil jerih-payah mereka dalam membantu yayasan,” tambahnya.

Ketua Pelaksana Wisuda Achmad Muchson menambahkan, pelaksanaan wisuda kedua ini dilakukan secara luring terbatas dan daring. Selain pengurus yayasan, acara ini juga dihadiri para pembina seperti Ir Marimin Sumardjo dan Prof Dr Ir Budiyono MSi (Dekan Sekolah Vokasi Undip).

“Seperti wisudawan sebelumnya, keenam santriwati ini juga memiliki kemampuan menghafal ayat secara acak, termasuk tafsirnya,” pungkasnya. (CJ / Sanjoto)

Komentar