INILAHONLINE.COM, SEMARANG
Perguruan Tinggi selain melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tingi, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, juga dituntut menjalankan percepatan dalam program Internasionalisasi untuk meningkatkan kualitasnya.
”Selain itu juga tuntutan standar akreditasi dari Badan Akreditasi Standar Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Namun tahun 2019 parameter standarnya ditingkatkan dari tujuh menjadi sembilan, termasuk di dalamnya adalah internasionalisasi,”ungkap Rektor Unissula Semarang, Ir Prabowo Setiyawan MT PhD saat melepas 7 dosen dan 26 mahasiswa jurusan Syariah Fakultas Agama Islam (FAI) di ruang humas rektorat Unissula lt II, Senin (17/9/2018).
Menurut Rektor, mereka akan bertolak ke Malaysia, Thailand dan Singapura dalam program Internasional Akademik Join Symposium, yang berlangsung selama delapan hari mulai 19 – 26 September 2018.
”Program yang dilakukan FAI ini, mendapat dukungan dari Universitas, termasuk untuk mengenalkan Unissula di kancah Internasional,”ujarnya.
Kepala Jurusan Ilmu Syariah, FAI Unissula, Muhammad Noviani Ardi MIRKH mengatakan, para mahasiswa dan dosen disana akan sharing dan mengikuti simposium terkait, dengan isu-isu terkini tentang hukum Islam dengan negara Malaysia dan Thailand.
”Dosen dan mahasiswa akan saling sharing di International Islamic University of Malaysia,”ujarnya.
Dijelaskan, mereka akan mengikuti Simposium di College Of Islamic Student Prince Songkla University, Thailand dan Faculty Of Law, University Sains Islam Malaysia (USIM).
“Persiapan telah dilakukan selama sebulan. Para mahasiswa telah membuat paper dalam bentuk artikel yang menggunakan bahasa Inggris. Tentunya terkait dengan isu-isu terkini tentang hukum dan Islamic terkait dengan globalisasi saat ini,”pungkasnya.
(Suparman)





























































Komentar