oleh

Fireytika “Comic Artist” yang Jago Tembak

INILAHONLINE.COM, JAKARTA – PEPATAH “Buah Jatuh Tak Jauh Dari Pohonnya” nampaknya melekat pada Kartika Kusuma Wardhani. Gadis kelahiran Balikpapan, 3 November 1993 ini, baru saja menjuarai kejuaran menembak Babinsa Cup 2018, yang diadakan oleh Kodam Jayakarta.

Turun di kelas IPSC Ladies Standar, anak dari Dankodiklatad, Mayor Jendral TNI AM Putranto ini berhasil meraih nilai tertinggi. Dan menjadi juara 1, Ini merupakan hasil dari latihan keras dan motivasi orangtua lulusan Universitas Brawijaya jurusan Teknik Arsitektur tahun 2016 tersebut.

Menurut Tika, awalnya ia sering melihat ayahnya latihan menembak. Dan akhirnya ia berlatih menembak di fasilitas Prakasa Shooting Club (PSC), Cilodong, yang didirikan oleh ayahnya sendiri. Saat kuliah Tika juga ikut unit kegiatan mahasiswa (UKM) menembak BASIC Shooting Club, dan sempat menjabat ketua umum periode 2014 – 2015.

Mayjen TNI AM Putranto sendiri merupakan sosok yang sangat hebat saat di arena menembak. Bahkan beliau pernah menyabet Juara Umum Menembak Antar Komandan UNIFIL pada 2010 lalu, di Lebanon. Saat itu AM Putranto masih berpangkat Letnan Kolonel menjadi Komandan Satgas Yon Mekanis TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-B. Ia mengalahkan Komandan Sektor Timur UNIFIL Brigadir Jenderal Casimiro Sanjuan Martinez dari Spanyol di Final, dalam pertandingan pistol kaliber 9 mm jarak 25 meter dan senapan kaliber 5,56 mm dengan jarak 100 meter.

Hal serupa juga diraih oleh Tika saat naik podium Juara III Standart Division-Grade Ladies IPSC-Level III dalam Kresna Championsip 2017. Serta Juara III Standart Division Ladies PSC Level II dalam Danjen Kopassus Open Championsip 2017.

Namun kalau menelisik pekerjaan Tika sebenarnya cukup jauh berbeda ‘alam’ dari hobi dan olahraga menembaknya. Kakak dari Aulia Ramadhani itu, merupakan seorang illustrator dan comic artist. Kegemarannya pada manga (komik Jepang), membawa gadis berjilbab ini pada dunia gambar animasi.

“Saya menembak untuk refreshing, menghilangkan stress. Ketika menembak, pikiran akan berpengaruh pada hasil tembakan. Sehingga, jika pikiran sedang kacau, sebaiknya tidak menembak,” ungkapnya.

Sebagai visual artist, ia menggunakan nama Fireytika. Tika telah menerbitkan karya komiknya yang memiliki genre Fantasi, berjudul ’FROZEN HEART’ di Line Webtoon server English sejak November 2016 lalu hingga sekarang.

Salah satu karya terbarunya adalah desain ilustrasi cover music album “Poldur’s Gate Project” dan membuat ilustrasi berdasarkan cerita tiap lirik dalam album lagu tersebut, yang dipesan oleh klien dari Italia.

“Saya akan terus melatih diri, baik dalam dunia animasi maupun hobi menembak. Karena masih banyak target prestasi yang mesti saya raih,” tegas Tika yang juga pernah bekerja menjadi storyboard artist di salah satu perusahaan grup media nasional.

Atas prestasinya yang cukup gemilang, Tika pun telah mendapatkan sponsor dari Rudy Project. Perusahaan tersebut men-support kacamata Tika yang digunakan untuk bertanding menembak.

“Tika itu gadis yang tangguh dan gigih, sehingga bisa berprestasi. Nah kita ingin ia bisa lebih lagi prestasinya. Jadi kacamata yang dibuat dengan teknologi khusus, bisa membantu Tika lebih baik dalam membidik sasaran,” jelas Julita Saragih CEO Rudy Project Indonesia. (CJ/Badar)

Komentar