Ganjar hormati putusan Pansus RTRW

Jawa Tengah700 Dilihat

INILAHONLINE.COM, SOLO

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hormati putusan Pansus Raperda RTRW DPRD Jateng yang menolak proyek tol Bawen – Yogyakarta. Selanjutnya dia akan membahas hasil tersebut pada Musrenbang antarprovinsi di Jogja besok pagi, Rabu (17/10).

Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah DPRD Jawa Tengah menolak proyek Tol Bawen – Yogyakarta dengan alasan tidak sesuai dengan RTRW Provinsi Jawa Tengah. Selain itu juga pertimbangan calon lahan masuk kategori rawan bencana dan memiliki potensi pertanian.

Menyikapi hasil Raperda yang disampaikan dewan saat dirinya berada di Palu itu, Ganjar meminta agar Pansus melakukan riset ulang pada calon lahan yang bakal dibangun ruas tol Bawen – Yogyakarta dengan melibatkan ahli terkait.

“Saya menyampaikan beberapa poin kemarin dari Palu. Satu tolong dicek kondisi geologisnya, karena kan alasannya gempa. Kedua kalau alasan lahan subur tolong dicek lahan subur. Yang ketiga seandainya kita bicara jalan itu tidak harus ada, maka bagaimana menghubungkan ini dengan proyek strategis nasional (PSN),” kata Ganjar, Selasa (16/10).

Pembangunan tol Bawen- Yogyakarta memang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Dengan panjang mencapai 75 km, tol ini masuk dalam rangkaian tol Trans Jawa yang akan melintasi Ambarawa, Pringsurat, Mungkid, Magelang dan Sleman. Dengan pencoretan proyek yang dilakukan Pansus DPRD Jateng, keberlanjutannya pun terancam.

“Maka tim kami dari pemerintah saya minta untuk sinkronisasi dan harmonisasi dengan pusat. Masalahnya kemarin saya sampaikan itu pada mereka, dan tadi pagi dapat laporan, “baik pak karena diskusinya panjang kita sudah bicara seperti itu DPRD sudah memutuskan.” kata Ganjar.

Kalau DPRD sudah memutuskan seperti itu Ganjar mengaku secepatnya akan konsultasi dengan pusat, sebagaimana fungsinya untuk melakukan sinkronisasi dan harmonisasi.

“Seandainya dengan berbagai pertimbangan dan itu ada alternatif lain nantinya terkait khusus dengan program tol saya tidak keberatan,” katanya.

Selain persoalan geologis dan pertanian, hasil dari Pansus Raperda RTRW DPRD Jateng yang disampaikan dalam sidang paripurna tersebut menilai proyek tol Bawen – Yogyakarta terlalu mahal karena memakan biaya mencapai Rp12,13 triliun dengan rincian per kilometer menelan biaya Rp150 miliar. Untuk penghematan Pansus mengusulkan reaktivasi rel kereta jalur tengah segera direalisasikan karena hanya menelan biaya Rp2 miliar per kilometer.

“Umpama diusulkan dengan kereta, ok. Keretanya didorong tidak nanti. Alternatif ada tidak. Kalau mereka ada alternatifnya maka kita sampaikan. Atau apakah ada cara atau lokasi lain yang kita pakai kalau jalan itu tetap harus ada. Umpama titiknya lokasinya yang beda,” katanya.

Kalau semuanya tidak juga, kata Ganjar, adakah pilihan teknologi yang lain. Umpama kalau alasannya kesuburan, Ganjar mengusulkan bagaimana kalau jalannya di atas.

“Jadi sebenarnya masih banyak yang mesti dibicarakan lagi tapi kami menghormati pansus. Sekarang tim Pemerintah sedang menyiapkan data dan fakta agar bisa disinkronisasi dan harmonisasi dengan pusat,” katanya.

Untuk langkah terdekat menyikapi hasil Pansus tersebut, Ganjar bakal menyampaikan pada Musrenbang antarprovinsi yang bakal dilaksanakan di Yogyakarta besok, Rabu (17/10). Namun yang dititikberatkan oleh Ganjar adalah pelibatan ilmuan terkait kekhawatiran dari Pansus tersebut.

“Sebenarnya sesuai dengan berbagai pertimbangan kalaulah nanti dari pansus sudah memanggil ahli geologi, ahli pangan sudah manggil ahli teknologi semuanya sudah dan itu tidak direkomendasikan ya kita akan bicarakan,” katanya.

(Suparman)

banner 521x10

Komentar