Gara- Gara Cuca Ekstrim, Helikopter Jokowi Gagal Mendarat Di Lokasi Banjir

Nasional, Peristiwa386 Dilihat

INILAHONLINE.COM, SUKAJAYA

Gara-gara cuaca ekstrim yang tidak bersahabat, Helikopter yang ditumpangi Presiden Jokowi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Panglima TNI Marsekal Hadi Thahjanto batal mendarat di lokasi banjir di Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (5/1/2020)

Jokowi sebelumnya mengagendakan kunjungan ke Sukajaya untuk memberikan bantuan logistik kepada warga korban banjir.

“Setengah jam take off dari Lanud Atang (ATS) Sanjaya Bogor, kemudian Helikopter balik ke ATS sekitar jam 08.30 WIB. Tapi selanjutnya, kami belum tahu lanjut ke mana setelah dari sini,” ujar Komandan Skadron Udara 6 Wing 4 Lanud Atang Sendjaja (Ats), Letkol Pnb Risdiyanto, Minggu (5/1) dikutip Antara.

Menurut Risdiyanto, pada Minggu pagi ada tiga unit helikopter yang diberangkatkan dari Lanud Atang Sanjaya yaitu, satu rombongan presiden, dan dua lainnya ditumpangi Bupati Bogor, Ade Yasin dan digunakan untuk mengangkut logistik dengan tujuan ke lokasi yang terdampak bencana di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.

“Meski helikopter rombongan presiden balik kanan, tapi dua helikopter lainnya tetap bisa mendarat, namun cukup berisiko jika helikopter rombongan presiden dipaksakan menembus cuaca ekstrem ” tuturnya.

Risdiyanto mengatakan, dilokasi bencana banjir memang cuacanya parah. Waktu hari Jumat kemarin pihaknya juga mengalami kesulitan masuk untuk antar logistik bantun kepada para korban.

“Meski cuaca buruk, kami memaksakan dan akhirnya bisa masuk sampai ke lokasi. Hingga kemarin sore akses menuju kantor Kecamatan Sukajaya, hanya bisa dilalui dengan jalan kaki, mulai dari posko bencana Desa Sukamulih,” ungkapnya.

Lebih lanjut Risdiyanto menceritakan, bahwa kondisi tersebut membuat pasokan logistik untuk pengungsi di wilayah Desa Pasir Madang hingga Cileuksa tersendat dan hingga kini pengiriman utama logistik masih mengandalkan jalur udara, karena jalan utama tertimbun longsoran tanah di beberapa titik.

Sebelumnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal akibat banjir dan longsor di Jabodetabek, Banten, dan Jawa Barat, bertambah menjadi 60 orang. Dua orang masih hilang hingga Sabtu (4/1) kemarin dan jumlah korban tersebut bertambah dari sebelumnya 53 korban meninggal dunia dalam bencana banjir dan tanah longsor.

“Jumlah korban per tanggal 4 Januari 2020, pukul 18.00 WIB, sebanyak 60 orang meninggal dan dua orang hilang,” imbuh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo melalui keterangannya kepada media.

(Piya Hadi)

banner 521x10

Komentar