Gawat…!! Sejumlah Pengurus KONI Kabupaten Bogor Akan Dipanggil KPK Terkait Dugaan Korupsi

Tak Berkategori567 Dilihat

INILAHONLINE.COM, BOGOR – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan segera memanggil sejumlah pengurus Komite Olahraga Nasional (KONI) Kabupaten Bogor untuk dimintai keterangannya terkait dugaan adanya tindak pdana korupsi. Hal itu disampaikan Deni Firmansyah pasca pemanggilan dirinya oleh KPK, Senin (12/6) lalu melalui pernyataanya di salah satu podcast di Bogor.

Dalam pernyataanya, mantan Pengurus KONI Kabupaten Bogor Deni Firmansyah itu mengaku telah dipanggil dan diperiksa KPK, awal Juni lalu, dirinyapun mengaku ketika dipanggil KPK sudah memberikan keterangannya berbagai informasi yang diketahuinya terkait KONI Kabupaten Bogor sesuai dengan pertanyaan yang dilontarkan penyidik KPK.

“Hari Senin kemarin saya diperiksa KPK. Kayaknya, KPK dipastikan akan memanggil pengurus KONI Kabupaten Bogor lainnya yakni, beberapa pengurus KONI Kabupaten Bogor lainnya, pasti nanti akan dipanggil,” kata Deni dalam Podcast Arga di channel YouTube Bogor Sport Entertainment belum lama ini.

Menurutnya, dirinya telah memberikan keterangan dan bukti-bukti yang bukan terkait dengan prestasi atlet Kabupaten Bogor, namun soal penyelenggaraan organisasi KONI Kabupaten Bogor. Karena prestasi KONI Kabupaten Bogor sudah sangat terkenal, namun ini bukan soal perstasi.

“Kabupaten Bogor ini gudangnya atlet, banyak atlet berprestasi di tingkat nasional yang dihasilkan Kabupaten Bogor, namun bukan itu intinya. Ini soal pengelolaan organisasi KONI Kabupaten Bogor,” imbuhnya.

Selain itu Deni juga mengatakan, dirinya menyampaikan berbagai informasi yang diketahuinya terkait dengan persoalan hibah dana KONI Kabupaten Bogor dan mutasi atlet. “Ada soal dana KONI Kabupaten Bogor, juga ada soal mutasi atlet,” jelasnya.

Deni Firmansyah sendiri enggan untuk mengutarakan secara rinci mengenai hal-hal apa saja yang disampaikan kepada penyidik KPK dan barang-barang buktinya yang diserahkan kepada penyidik, karena itu masuk ke wilayah penyidik KPK, sehingga hal itu tidak boleh dibuka kepada publik.

Sebelumnya, Lingkar Masyarakat Bogor (LIMBO) melaporkan kasus dugaan korupsi di tubuh KONI Kabupaten Bogor kepada penyidik KPK sekaligus mendesak agar para penyuplai uang suap auditor BPK Jabar yang telah memberikan kesaksiannya di depan Pengadilan Tipikor Bandung ditingkatkan menjadikan tersangka.

LIMBO pun pernah menggelar aksi mereka di depan kantor KPK di Gedung Merah Putih, Jakarta. Mereka melaporkan sejumlah nama untuk dinaikkan statusnya sebagai tersangka diantaranya oknum KONI Kabupaten Bogor berinisial RK, YK, SNT, dan JN. Sebelumnya, KONI Kabupaten Bogor sendiri juga pernah diperiksa KPK terkait dana sebesar Rp 50 juta yang diberikan untuk menyuap auditor BPK Jabar.

Sementara itu, kelompok yang menamakan Gerakan Mahasiswa Pembela Rakyat (GEMPAR) juga menggelar aksi demo di depan gedung KPK, Kuningan Jakarta yang menuntut dan mendesak agar lembaga anti rasuah itu untuk segara memanggil dan memeriksa oknum pengurus KONI Kabupaten Bogor untuk segera dipanggil dan diperiksa atas dugaan Tipikor tersebut.

Menurur koordinator lapangan (Korlap) Aksi Demo, Choirul menyatakan, aksinya yang digelarnya itu berawal dari adanya pemberitaan yang beredar di media online dan salah satu Podcast di Bogor yang menayangkan informasi adanya oknum pengurus KONI Kabupaten Bogor yang di panggil oleh KPK yang berinisial J wakil ketua 1 dan inisial T bendahara bidang organisasi.

“Dari info tersebut, maka kami menduga adanya kejanggalan dari kepengurusan perihal keuangan yang dijalankan oleh KONI Kabupaten Bogor, sehingga menimbulkan efek panggilan tersebut,” ujar Choirul melalui keterangan tertulisnya kepada media.

Menurutnya, seperti yang kita ketahui bahwa anggaran yang di salurkan oleh pemerintah untuk KONI Kabupaten Bogor yang notabene di bawah naungan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) yang diperuntukan kesejahtraan bagi para atlet dan juga untuk anggaran pembinaan kesejahtraan cabang olahraga (Cabor) yang mana anggaran dari pemerintah tersebut harus di laporkan pertanggungjawabanya setiap tahun kepada Badan Pengawasan Keuangan Daerah (BPKD).

“Kemudian kami menduga adanya kejanggalan kejanggalan dan penyelewangan Lembaran pertanggung jawaban pertahun dan adanya indikasi Tipikor, sehingga pengurus KONI Kabupaten Bogor dipanggil oleh KPK,” ungkapnya.

Lebih lanjut Korlap Aksi Demo, Choirul ini mengatakan, apabila dugaan korupsi tersebut benar, maka pasal yang dilanggar oleh terduga yakni pasal 2 ayat 1 juncto 18 huruf b UU nomor 31 tahun 1949 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU nomor 20 tahun 2021 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 65 ayat 1 KUHP.

“Sebab apabila anggaran dana hibah tersebut benar adanya diselewengkan yang berdampak pada kesejahteraanpara atlet dan juga berdampak kepada Cabor serta merugikan baik secara materil maupun secara peraturan, maka masyarakatpun juga dirugikan, karena seharusnya ajang olaharga atau kompetisi yang bisa dijadikan kebanggaan oleh masyarakat itu sendiri akan terganggu,” tandasnya

Masih kata Choirul, sudah seharusnya KONI Kabupaten Bogor bertugas untuk menjalankan dan mengatur kegiatan olaharga dari Cabor dan membina atlet atlet didaerah setempat, agar tetap berprestasi dan berkembang. “Sehingga diharapkan dapat menghasilkan atlet-atlet unggul berpestasi dan dapat mengembangkan Cabor,” pungkasnya. (Red)

banner 521x10

Komentar