oleh

Gubernur Sumsel : Dak Usah Balek dan Tahan Dulu, IKMS : Gubernur Sumsel Harus Manusiawi Sedikit

INILAHONLINE.COM, TANGERANG SELATAN

Mewabahnya Corona Virus Disease 2019 (Covid19) membuat banyak pihak kepanikan, baik itu dari kalangan mahasiswa maupun masyarakat biasa, hal itu membuat Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru membuat himbauan yang meminta agar masyarakat Sumsel perantauan untuk tidak pulang kampung dulu ke Sumsel.

Himbauan untuk tidak pulang ke kampung dulu ke Sumsel tertuang dibanyak pamflet dan selebaran serta media daring bagi masyarakat Sumsel yang berada di perantauan untuk sementara waktu yang berbunyi “Dak Usah Balek ,Tahan Dulu”, yang membuat banyak kalangan merasa terusik.

Salah satunya yang merasa terusik adalah kalangan Ikatan Keluarga Mahasiswa Sumsel (IKMS) Jabodetabek, meraka menanyakan ulang ke Gubernur jika tidak mudik solusinya seperti apa?. Hal itu di sampaikan oleh ketua Umum IKMS Amirul Mukminin.

 

“Pak Gubernur harus cari solusinya jangan cuma menghimbau untuk tidak pulang, tapi tidak memberikan solusi, apakah mereka yang di perantauan itu keselamatannya tidak di pertimbangkan, meraka juga warga Sumsel” ujar Amir berapi-api.

Amir juga menegaskan bahwa para mahasiswa yang tinggal di kos-kosan Jakarta itu perlu di perhatikan, coba pak Gubernur di posisi mereka tinggal di zona merah pulang tidak di perbolehkan, “Ayolah manusiawi sedikit jangan egois jadi pemimpin hanya melihat dari satu sudut saja, mereka yang di perantauan juga perlu di selaamatkan” ujar dengan nada tinggi.

Hal senada juga di sampaikan oleh Dewan Pakar IKMS Nopri Agustian, ketika di tanya bagaimana solusinya. “Kalau mereka yang di perantauan tidak di perbolehkan pulang, Gubernur harus kirimkan mereka tenaga medis dan logistik agar mereka merasa di perdulikan oleh pemimpinnya” tutup Nopri.

Ketum KAMSRI, Dr. Kemas Abdurrohim, MARS, Sp. Ak

Di tempat terpisah, Ketua Umum (Ketum) Kesatuan Angkatan Muda Sriwijaya ( KAMSRI), Dr. Kemas Abdurrohim berpesan sekaligus menghibau kepada perantau yang pulang kampung atau mudik, agar para perantau yang akan pulang kampung mentaati anjuran pemerintah dan para tenaga medis, untuk melakukan karantina mandiri dirumah masing-masing.

Kemas mengatakan, dirinya tidak pernah melarang warga Sumsel diperantuan untuk mudik, karena itu adalah hak asasi. “Pesan buat anak rantau, kami tidak pernah melarang untuk pulang kampung karena itu adalah Hak Asasi Manusia yg harus kita hormati,” tuturnya.

Sementara itu, Sekjen KAMSRI Toni Sastra Jaya, SH., MH yang juga sebagai Anggota DPRD Lampung Tengah dari Partai Demokrat ini, meminta keikhlasanya demi kesehatan dan kenyamanan keluarga para perantau untuk tetap mentaati protokol kesehatan yang dianjurkan para tenaga kesehatan dan pemerintah yakni dengan maksanakan Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan cara, Cuci Tangan dengan sabun atau Hand sanitizer, Gunakan masker bila batuk, pilek dan demam, Olah raga 30 menit sehari, Makan makanan yang sehat, gizi seimbang, minum cukup dan bila perlu makan multivitamin.

“Kami tidak menganggap dirimu adalah ancaman yang nyata, Sebaliknya dengan Diam dirumah adalah Pahlawan bagi Keluarga dan Bangsa” katanya.

(Piya Hadi)

Komentar