oleh

Guna Meningkatkan Kesehatan Masyarakat, Pemkot Semarang akan Realisasikan Pembangunan Rumah Sakit Tipe D

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Untuk peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Pemkot Semarang akan segera merealisasikan pembangunan rumah sakit Tipe D di kawasan Mijen awal tahun depan.

”Guna memberikan pelayanan kepada masyarakat secara baik, Pemkot Semarang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 25 Miliar, untuk membangun rumah sakit tipe D. Namun untuk tahap awal akan dibangun dengan areal lokasi pemugaran Puskesmas Mijen,”Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Semarang, Jum’at (5/10/2018).

Menurutnya, pembangunan rumah sakit itu segera dimulai awal tahun depan, dengan tahap awal memugar Puskesmas Mijen yang akan dijadikan lokasi rumah sakit, sehingga warga di Kecamatan Mijen tidak usah jauh-jauh berobat ke tengah kota.

”Meski rencana pembangunan rumah sakit itu, untuk melayani masyarakat yang berada di Kota Semarang selatan, kini masih dalam tahap proses penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan perluasan lahan lokasi,”paparnya.

Dijelaskan, perencanaan pembangunan rumah sakit itu masih dalam tahap penyusunan DED, sehingga diharapkan tahun depan sudah bisa direalisasikan pekerjaan fisik kontruksinya. ”Mudah-mudahan segera terealisir,” tutur Hendi.

Pembangunan rumah sakit itu,lanjutnya, merupakan pengembangan Puskesmas Mijen dan ke depan diharapkan dapat melayani kesehatan kepada masyarakat, terutama warga yang berada di Semarang Barat dan Semarang Selatan, sehingga tidak hanya di layani Rumah Sakit Wongsonegoro yang berlokasi di tengah kota.

”Yang jelas bidang kesehatan menjadi salah satu prioritas progam Pemkot Semarang, dalam memberikan pelayanan kepada warga. Jadi kami upayakan agar pelayanan kesehatan di Kota Semarang berjalan dengan baik dan memadai,”tuturnya.

Menurut Hendi, unit pelayanan kesehahan di wilayahnya, harus selalu dikontrol agar pelayanannya semakin baik, termasuk antrean pasien juga baik dan tidak terjadi birokrasi yang rumit bagi pasien yang mendesak membutuhkan pelayanan kesehatan.

”Pembangunan rumah sakit tipe D juga untuk menampung pasien BPJS, karena sebagian besar masyarakat di Semarang, sudah menggunakan BPJS sebagai layanan kesehatan, bahkan 37 Puskesmas di Kota Semarang akan lebih dioptimalkan untuk melayani masyarakat,”paparnya.

Sebelumnya, BPJS Kesehatan Cabang Semarang mengklaim telah membayar tagihan sejumlah rumah sakit. Total biaya yang dikucurkan untuk membayar klaim rumah sakit itu mencapai seniai Rp138,944 miliar.

”Terdapat 20 unit rumah sakit yang tagihannya sudah kami bayarkan. Total ada 25 rumah sakit yang berada di bawah penanganan kami. Namun baru 20 yang klaimnya sudah kami bayarkan. Kalau yang lima masih dalam antrean,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Bimantoro.

Bimantoro juga membantah jika selama ini pihak BPJS Kesehatan Cabang Semarang menunggak pembayaran klaim sejumlah rumah sakit. Bahkan tertundanya pembayaran itu, lebih disebabkan karena keterlambatan pihak rumah sakit dalam mengajukan klaim.

(Suparman)

Komentar