Kirim Bantuan ke Palu, Ganjar Minta Relawan Tidak Ngrepoti

06/10/2018 9:10:01 Kategori: ,

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melepas rombongan relawan yang akan ditugaskan membantu korban bencana gempa dan tsunami di Palu, Sabtu (6/10). Selain relawan, sejumlah truk berisi bantuan dari berbagai instansi juga diberangkatkan ke lokasi bencana.

Pelepasan rombongan relawan beserta bantuan dilakukan dengan upacara di halaman kantor Gubernur Jateng, Jl Pahlawan Kota Semarang. Dalam kesempatan itu, Ganjar yang memimpin upacara mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan untuk korban bencana alam di Palu.

"Atas nama Pemprov Jateng, saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan untuk korban di Palu. Saya senang sekaligus bangga, karena memang begini cara kita bergotong royong untuk membantu sesama," kata Ganjar.

Politisi PDI Perjuangan itu juga menitipkan pesan kepada sejumlah relawan yang hendak diberangkatkan ke Palu. Ganjar menegaskan jika relawan yang akan bertugas harus menyiapkan diri sebaik mungkin agar tidak merepotkan orang lain.

"Saya tekankan, tolong relawan tidak boleh ngrepoti. Kawan-kawan relawan yang akan berangkat ini harus memiliki kemampuan untuk menolong dan harus memiliki bekal yang cukup selama proses di sana," tegasnya.

Untuk itu, para relawan harus siap betul dan menghitung estimasi waktu dengan perbekalan yang ada. Selain itu, pemahaman peta bencana dan pengetahuan tentang penanggulangan bencana harus dimiliki.

"Kadang banyak relawan datang ke saya namun tidak tahu dapat menolong apa, itu pasti akan ngrepoti. Dia datang hanya bawa diri sendiri, di sana tidak bisa survive, tidak punya keterampilan, tidak paham teknisnya maka itu pasti akan merepotkan," tegasnya.

Belum lagi lanjut dia, dengan persiapan yang kurang maka tidak menutup kemungkinan ada relawan yang jatuh sakit. Atau bahkan karena tidak tahu teknisnya serta tidak memahami peta bencana, justru relawan tersebut menjadi korban.

"Nah itu yang saya tekankan kepada tim ini, harus disiapkan betul segalanya agar tidak merepotkan. Tim ini datang untuk menolong masyarakat di sana dan tidak boleh justru merepotkan dan menjadi beban," tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Jawa Tengah, Sarwa Permana menambahkan, dalam kesempatan kali ini pihaknya mengirimkan total 119 relawan dari berbagai unsur masyarakat. Nantinya, mereka akan membantu korban bencana di Palu selama seminggu.

"Selama seminggu di sana, kami akan mendirikan hunian sementara sebanyak 100 unit, layanan kesehatan, layanan air bersih, distribusi logistik dan pembuatan dapur umum," terang dia.

Sebanyak 119 relawan lanjut Sarwa dikirimkan ke Palu. Selain itu, ada pula bantuan-bantuan lain berupa uang tunai, obat-obatan, makanan, air bersih, dokter, personil trauma healing dan sebagainya.

Sarwa menerangkan, untuk bantuan uang berasal dari BPBD Jateng Rp450 juta, gabungan pengusaha farmasi obat-obatan senilai Rp462 juta, yayasan kesehatan Telogorejo Rp150 juta, Bank Jateng Rp175 juta untuk pembuatan hunian sementara, Korpri Rp175 juta untuk pembuatan hunian sementara.

"Ada juga dari Dinas Kesehatan yang mengirimkan tenaga medis, obat-obatan serta peralatan rumah sakit, dari NTMC Polda Jateng, dari Kodam IV Diponegoro Rp200 juta dan juga dari Polda Jateng yang mengirimkan tiga truk bantuan total Rp300 juta," terangnya.

Semua relawan beserta truk berisi bantuan logistik akan dibawa ke Palu menggunakan kapal. Rencananya, tim akan berangkat hari ini melalui jalur darat menuju Surabaya, kemudian menggunakan kapal menuju Palu.

Disinggung apakah akan ada tim lanjutan, Sarwa mengaku menunggu perkembangan selanjutnya di lapangan.

"Sesuai masukan pak Gubernur, nanti dilihat dulu perkembangan di lokasi apakah diperlukan mengirimkan lagi atau tidak," pungkasnya.

(Suparman)