oleh

Guna Tanggulangi Kemiskinan, Pemprov Jateng Luncurkan Program Desa Pendampingan

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Provinsi Jawa Tengah kini secara resmi meluncurkan progam Desa Dampingan, sebagai upaya untuk menanggulangi kemiskinan yang akan difokuskan pada 14 kabupaten prioritas di provinsi ini.

Peluncuran Program Desa Dampingan itu dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, berbarengan dengan acara High Level Gathering CSR untuk Penanggulangan Kemiskinan di Jawa Tengah, di Grhadika Bhakti Praja, Senin (22/7/2019).

Menurut Ganjar, program terobosan Satu Perangkat Daerah Minimal Satu Desa Dampingan, merupakan salah satu program pokoknya dalam rangka menanggulangi kemiskinan, khususnya 14 kabupaten prioritas di Jawa Tengah.

”Untuk mempercepat penurunan kemiskinan ini, pihaknya meminta dan mendorong agar SKPD dan seluruh stakeholder, bersama-sama mengoptimalkan potensi desa,”pintanya.

Namun demikian, lanjutnya, dalam menangani masalah kemiskinan ini, harus dilakukan dengan jeli dan mampu memetakan apa kelebihan, kekurangan dan potensi yang dimiliki desa.

”Jadi harus jalin koordinasi dan kerja sama dengan perguruan tinggi, melalui program pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, tambahnya, bantuan CSR dari perusahaan diperlukan untuk menurunkan angka kemiskinan dan menyejahterakan masyarakat, mengingat pemerintah tidak akan mampu menangani kemiskinan tanpa bantuan stakeholder terkait, sehingga Pemerintah dan dunia usaha harus bersinergi dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development) dalam segala bidang.

“Ini butuh ketekunan, butuh ketelitian, butuh kesabaran, dan ini butuh keroyokan. Kalau kita tidak keroyok ini tidak bisa,” tuturnya.

Gubernur berpesan, agar komitmen yang dibangun tidak sekadar tanda tangan, tapi membuat rencana aksi yang lebih terkontrol.

“Kalangan dunia usaha jangan takut. Kalau ada kegelisahan dari Bapak/ Ibu, silakan berkomunikasi dengan kami,” ujar Ganjar.

Tidak hanya perusahaan swasta, pemerintah juga mengajak Baznas dan perguruan tinggi, sehingga dengan pola bersamaan ini mampu mempercepat penanggulangan kemiskinan di wilayah Jateng.

“Di Jateng banyak perguruan tinggi. Kita minta mereka bisa secara inovatif, kreatif, konseptual, wawasan termasuk sampai ke tingkat monev (monitoring dan evaluasi), mereka bisa memberikan itu,” paparnya.

(Suparman)

Komentar