Hasil Survey Alva Research Center, Pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin Tak Terkejar

14/05/2018 22:54:31 Kategori: ,

INILAHONLINE.COM, SEMARANG - Alvara Research Center melakukan riset terhadap Kontestasi Pilgub Jawa Tengah yang mendekati mendekati babak akhir, namun dua pasangan yang bertarung antara Ganjar Pranowo- Taj Yasin dan Sudirman Said-Ida Fauziyah terus melakukan pendekatan melalui program unggulannya.

''Dari hasil survey elektabilitas pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin ternyata hasilnya mengungguli Sudirman Said-Ida Fauziyah. Hal ini terbukti melalui simulai pertanyaan terbuka dan tertutup. Jadi Ganjar-Yasin tak terkejar oleh Sudirman-Ida,''ungkap Founder and CEO ARC Hasanudidin Ali kepada awak media di ruang Tlogo Hotel Kesambi Hijau Semarang, Senin (14/5/2018)

Ia menjelaskan, berdasar simulasi pertanyaan terbuka, elektabilitas Ganjar-Yasin mencapai angka 58,8 persen. Sedangkan Sudirman-Ida sebesar 11,5 persen. Jumlah pemilih yang belum memutuskan (undecided voter) ada 29,0 persen.

Sedangkan berdasar simulasi tertutup, pasangan Ganjar-Yasin memperoleh elektabilitas sedikit lebih rendah 57,3 persen. Sudirman-Ida 11,7 persen. Namun pemilih yang belum memutuskan 30,0 persen.

''Jarak elektabilitas Ganjar-Yasin dengan Sudirman-Ida mencapai 45,6 persen. Jarak tersebut justru lebih tinggi dibandingkan jumlah undecided voter yang mencapai 30 persen. Artinya, meski pasangan Sudirman-Ida berhasil menggaet seluruh undecided voter, masih belum mampu mengejar Ganjar-Yasin,''jelas Ali.

Apakah hasil survei itu menandakan akhir perjuangan Sudirman-Ida?

Ali menjawab secara hitungan angka berdasar survei tersebut, pasangan Sudirman-Ida bisa dibilang mustahil menang.

"Itu berdasar tiga indikator. Pertama, soal selisih elektabilitas, 57 dan 11 persen itu terlalu tinggi. Dengan berbagai pengalaman survei dan sisa waktu pemilihan 1,5 bulan ini, mengejar selisih itu susah sekali," paparnya.

Kedua, lanjut Ali, soal soliditas pemilih. Ganjar-Yasin memiliki pemilih yang solid dibanding Sudirman-Ida. Soliditas pemilih Ganjar-Yasin, berdasar data yang dibagikan, mencapai 68,2 persen. Sudirman-Ida 60,7 persen. Ketiga, tingkat kepuasan publik terhadap petahana, baik atau mencapai 85,3 persen.

''Presiden Jokowi saja kalau kita lihat, tingkat kepuasan survei kita terakhir itu hanya 77 persen. Ini indikatornya sama (Jokowi dan Ganjar), yang kita pakai untuk nasional dan Jawa Tengah,''ungkapnya.

Hasanuddin Ali menyarankan, tim Sudirman-Ida perlu menyisir masing-masing elektoral atau daerah pemilihan yang memiliki undecided voter terbanyak. ''Untuk mengejar ketertinggalan dengan petahana ini, mesin partai Sudirman-Ida harus lebih kuat lagi,''paparnya.

Ia menjelaskan, ARC menyelenggarakan riset terkait Pilgub Jateng mulai tanggal 20-30 April 2018. Pendekatan riset yang dilakukan secara kuantitatif. Pengambilan sampel melalui metode Multi-stage Random Sampling dengan rumah tangga sebagai unit terkecil.

Data yang dikumpulkan secara tatap muka dari rumah ke rumah terhadap 1.000 responden, yang memiliki hak suara (17 yahun ke atas). Survey ini memiliki margin error 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Terkait popularitas kandidat dua pasangan calon, menurut dia, pasangan Ganjar Pranowo-Taj yasin merupakan pasangan calon terpopuler yaitu mencapai 99,3 persen. Sedangkan Sudirman Said-Ida Fauziyah mencapai 80,5 persen popularitasnya.

''Jika diperdalam lagi siapa pasangan yang pertama kali disebut Top of Mind, yang dikenal Ganjar-Yasin 93,3 persen. Sudirman Said-Ida Fauziyah disebut pertama kali hanya 5,0persen. Melihat hal ini berarti pasangan Ganjar Pranoeo-Taj Yasin lebih diingat oleh masyarakat pemilih di Jawa Tengah,''paparnya.

Namun demikian, lanjut Hasanuddin, ada citra yang melekat pada Ganjar-Yasin dan Sudirman-Ida yang menunjukkan differensiasi yang berbeda. Tiga citra tertinggi yang melekat pasangan Ganjar-Yasin adalah dekat dengan rakyat, tokoh terkenal dan berjiwa pemimpin.

Sementara tiga citra tertinggi yang melekat pada pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah adalah intelektual, memiliki kemampuan baik dan berwibawa.

''Jadi masyarakat mengenal pasangan Ganjar-Yasin lebih merata dibandingkan dengan Sudirman-Ida yang belum merata mengenalnya,''tuturnya.(Suparman)