oleh

Inda Guru Desa Bergelar Doktor & Ahli Herbal Cina

INILAHONLINE.COM, PATI

Inda, namanya sesingkat itu. Ia seorang Kepala Sekolah Dasar di pelosok desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Juga seorang dosen diberbagai perguruan tinggi. Selain itu juga giat menulis buku yang bertopik pendidikan dan pengobatan alamiah. Karena dia juga dikenal sebagai ahli pengobatan Herbal Cina.

Ditemui wartawan inilahonline.com Inda mengatakan, pendidikan formalnya dimulai dari daerah pedesaan dimana dirinya dilahirkan. Sekolah Dasar di Desa Gerit, Kecamatan Cluwak, pati. Sementara SMP di Cluwak (70 Km Utara kota Pati). Dilanjutkan SMA di Margoyoso, Pati. Setelah itu mengikuti Kursus Pendidikan Guru (KPG) Paket A tahun 1984.

Inda lahir 01 Mei 1964, diangkat jadi Guru SDN 02 Bleber (1988-1994). Saat ini menjabat Kepala SDN 02 Gesengan, Cluwak, Pati (2017-2019). Ambisi belajarnya luar biasa besar. Menempuh Pendidikan S-1 Bahasa & Sastra Indonesia di Universitas Veteran Sukoharjo. Dilanjutkan Program S-2 di perguruan tinggi sama. Dilanjutkan Program Studi S-3 Doktor Ilmu Administrasi FISIP Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya.

Gelar yang diraih memungkinkan Inda menjadi “dosen terbang” disejumlah perguruan tinggi. Diantaranya di STAI.MAFA Margoyoso, Pati, Universitas 17 Agustus Surabaya dan perguruan tinggi lainnya. Aktivitas lain dari Inda yaitu, kerap jadi nara sumber di belbagai forum ilmiah yang diselenggarakan perguruan tinggi dan instansi lain.

Disela-sela kegiatannya Inda juga menulis untuk buku-buku ilmiah berthema pendidikan nasional. Salah satu buku hasil karya tulisnya yang terakhir adalah, “Evaluasi Kebijakan Kurikulun 2013”.

Inda mengikuti pendidikan non-formal, Traditional Chinese Medicine (TCM). Dari pendidikan ini membuat Inda dikenal sebagai ahli/praktisi pengobatan kesehatan herbal China. Inda menulis dua buku yaitu, Tehnik Moksibasi pada pengobatan China (2002) dan Fraktur Penyembuhan, Penanganan dan Komplikasi (2003).

Rumahnya tak pernah sepi dari tamu yang ingin disembuhkan dari berbagai penyakit. Mereka berdatangan dari daerah-daerah di seluruh Nusantara. Dibelakang rumahnya, didirikan bangsal penampungan, bagi para pasien dari jauh yang memerlukan therapi berhari-hari untuk menperoleh kesembuhan.

(Heru Christiyono Amari)

Komentar