oleh

IPW Apresiasi Kapolda Metro Jaya Dalam Pengamanan Demo Ribuan Mahasiswa Tanpa Insiden

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran saat memberikan keterangan pers mengultimatum para pelaku pengeroyokan terhadap pegiat media sosial Ade Armando, untuk segera menyerahkan diri kepada pihak berwajib.

INILAHONLINE.COM, JAKARTA – Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi pengendalian demo Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) oleh Polda Metro Jaya. Hal itu disampaikan Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso melalui keterangan tertulisnya kepada inilahonline.com, Selasa (12/2/2022)

“Apresiasi kami berikan kepada Kapolda Metro Jaya, karena demo  berjalan aman tanpa bentrok massa mahasiswa dengan aparat. Hal ini dikarenakan, Polri telah berkomitmen untuk mengawal aksi demo dengan pelayanan dan pengamanan humanis,” ujarnya. 

Menurut Sugeng, kendati terjadi adanya kericuhan dan insiden dengan dikeroyoknya pegiat media sosial Ade Armando di depan Gedung DPR dan juga enam anggota Polri yang terluka karena lemparan batu saat mengamankan Ade. Namun kejadian itu setelah aksi mahasiswa selesai dan bukan dilakukan oleh peserta aksi dari mahasiswa. 

Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, SH, MH

“Aksi dengan ribuan mahasiswa itu, berjalan damai karena manajemen pengendalian massa yang tepat oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran terhadap anggotanya yang mengawal unjuk rasa sangat elegan. Tidak ada kekerasan dan tidak terlihat sikap arogan dari aparat,” puji mantan lawyer musisi Jerinx SID tersebut. 

Selain itu keberhasilan Polda Mtro Jaya dalam mengamnkan aksi demo BEM SI itu, dikarenakan Kapolda Metro Jaya menerapkan strategi pengawasan melekat dan memimpin langsung anggotanya di lapangan.

“Sejak awal, Kapolda telah memberi arahan terkait penggunaan alat-alat kendali demo yang soft dengan perintah tegas larangan membawa senjata dan peluru tajam,” ungkapnya.

Masih menurut Sugeng, pengamanan demo yang dilakukan dan diterapkan Polda Mtro Jaya ini merujuk Perpol Pengendalian massa Nomor 16 Tahun 2016 dan Perkap  tentang penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian.

“Dengan diterapkannya Perpol dan Pekap itu, terbukti tidak ada massa mahasiswa luka karena kekerasan aparat dan penggunaan water canon serta gas airmata sesuai SOP,” tandasnya. (Piya Hadi)  

banner 521x10

Komentar