oleh

Jaga Stabilitas Harga Melalui Operasi Pasar Murah

INILAHONLINE.COM, BOGOR

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat dan Disperindag Kota/Kabupaten se-Jawa Barat bekerjasama dengan Bulog sub divre II Cianjur setiap tahun rutin menyelenggarakan Operasi Pasar Murah (OPM).

Tujuan kegiatan ini menurut Kepala Disperindag Kota Bogor, Ganjar Gunawan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama menjelang hari raya, menjaga stabilitas harga di pasaran serta dalam rangka menjaga daya beli masyarakat khususnya rumah tangga miskin.

“Untuk tahun ini Kota Bogor menerima kurang lebih 7.000 paket sembako. Sedangkan tahun lalu menerima 10.000 paket sembako. Penurunan sebesar 3.000 paket ini disebabkan adanya pengurangan RTM di Kota Bogor. Hal ini karena adanya intervensi dari beberapa OPD terkait program penanggulangan kemiskinan,” kata Ganjar di sela kegiatan OPM di Kecamatan Bogor Tengah, Senin (20/05/2019).

Ganjar menuturkan, penerima paket sembako ini tertinggi di Kecamatan Bogor Selatan dengan jumlah 1.827 paket. Kecamatan Bogor Barat 1.525, Tanah Sareal 1.271, Bogor Utara 1.126, Bogor Tengah 672 dan Bogor Timur 579 paket.

Kegiatan OPM diawali hari ini tanggal 20 Mei 2019 di Kecamatan Bogor Tengah dan berlanjut sampai tanggal 25 Mei di 5 Kecamatan berikutnya. Masing-masing paket sembako berisi 3 komoditi, yaitu beras 5 kg, gula 3 kg dan minyak 3 liter. Jika harga normal 1 paket ini senilai Rp. 129.500 dan disubsidi anggaran Pemprov Jawa Barat sebesar Rp. 76.000 sehingga harga yang disampaikan ke masyarakat sebesar Rp. 53.500.

Untuk total se-Kota Bogor, kegiatan OPM ini menyerap anggaran Rp. 906 juta lebih untuk harga normalnya. Sedangkan subsidi dari pemerintah Rp. 532 juta sehingga harga tebusan masyarakat hanya Rp. 374 juta lebih.

(ian Lukito)

Komentar