oleh

Jalur Gunungkidul-Wonogiri Terputus Akibat Jembatan Hanyut Tergerus Banjir

INILAHONLINE.COM, JOGJA

Hujan deras dalam durasi cukup lama di Girisubo, Gunungkidul yang berbatasan dengan Wonogiri, Jawa Tengah memicu banjir besar, Sabtu (30/1) malam. Akibatnya, sebanyak 63 rumah hunian di sekitar Pantai Sadeng terendam dan sebuah jembatan yang menghubungkan wilayah Wonogiri, Jawa Tengah hanyut. Belum dilaporkan adanya korban luka atau meninggal dalam kejadian ini.

Banjir dengan ketinggian mencapai satu meter lebih itu disebut yang terparah. Meksi demikian pada Minggu (31/1), air yang menggenang mulai surut. “Sesaat sebelum puluhan rumah terendam, warga berhasil menyelamatkan diri,” kata Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I DIY Sunu Handoko SIP kepada wartawan, seperti dilansir harianmerapi.com anggota grup siberindo.co, Minggu (31/1).

Dikatakan Sunu, banjir yang ditengarai warga sebagai yang terbesar tersebut menerjang dua titik di kawasan Pantai Sadeng. Luapan air merendam sebanyak 51 permukiman warga, 8 warung, 1 Pos Pol Air, 1 Masjid dan 2 kantor pelabuhan perikanan setempat. Sedangkan titik kedua di Kalurahan Songbanyu, Girisubo banjir merendam 12 rumah warga, 1 gedung Paud, 1 gedung SD dan 1 balai padukuhan. Dari dua titik itu, total yang terkena dampak banjir sebanyak 63 rumah. “Kondisi terparah sekitar Pantai Sadeng yakni di Padukuhan Gabugan. Banjirnya terjadi tengah malam, setelah hujan lebat sepanjang sore sampai malam hari,” imbuhnya.

Panewu Anom (Camat) Girisubo, Arif Yahya menambahkan, genangan banjir terjadi dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi mengguyur wilayah Girisubo sejak Sabtu sore. Akibatnya, wilayah yang berada di daerah cekungan seperti di wilayah Kalurahan Songbanyu tergenang air setinggi antara 1 hingga 2 meter. Pihaknya mencatat dari sebanyak 63 rumah dan fasilitas umum, sedikitnya ada 13 bangunan terparah terendam banjir. Bahkan fasilitas umum seperti bangunan SD, TK PAUD dan juga balai Padukuhan Gabugan Songbanyu juga turut terdampak.

Menurutnya, kawasan permukiman yang berada di daerah cekungan ini tiap tahun memang menjadi langganan banjir, tetapi kondisinya tidak separah saat ini. “Banjir terjadi akibat wilayah yang memiliki ketinggian di kawasan utara diguyur hujan cukup deras sehingga air mengalir ke cekungan,” ucapnya.

Terkait dengan putusnya jembatan Gabukan yang menghubungkan antara Pantai Sadeng dengan Pracimantoro, Wonogiri, Arif menjelaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul untuk melakukan penanganan. Sedangkan untuk mengatasi agar warga tidak terisolir, untuk sementara arus lalu-lintas dialihkan melalui Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, Jawa Tengah atau melalui jalan jalur selatan wilayah Kabupaten Gunungkidul.

Pada Minggu kemarin, banjir sudah berangsur surut dan warga melakukan kerja bakti membersihkan material banjir. “Saat ini kondisinya sudah berangsur normal dan warga dibantu TNI/Polri, relawan, Tim SAR Satlinmas Korwil I DIY dan Tim Reaksi Cepat BPBD Gunungkidul melakukan kerja bakti,” pungkasnya.

Komentar