oleh

Joe Biden Menang Pemilu AS, RI Tetap Resesi?

INILAHONLINE.COM, JAKARTA

Sabtu (7/11) siang waktu Amerika Serikat, Joe Biden diumumkan sebagai Pemenang pemilu AS. Kemenangan tersebut belum bersifat final, hal ini karena masih ada upaya perlawanan Trump sebagai incumbent dengan menggugat hasil pemilu di beberapa Negara Bagian. Kemenangan Biden diyakini banyak pihak memberikan proyeksi akan adanya perbaikan dalam penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi di Amerika Serikat.

Terpilihnya Biden ini secara otomatis diprediksi juga akan memengaruhi hubungan ekonomi AS dengan China yang pada akhirnya akan memberikan dampak posisif terhadap iklim ekonomi global.

Kondisi tersebut diharapkan dapat menjadi secercah harapan bagi ekonomi dalam negeri. Namun demikian, fakta menyajikan bahwa kondisi ekonomi Indonesia masih terkontraksi akibat dampak Covid-19. Oleh karena itu, Ecky Awal Mucharam Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Komisi XI dari Fraksi PKS mengingatkan Pemerintah agar lebih serius dalam menangani Covid-19 yang menjadi penyebab terjadinya resesi.

Sebagaimana diketahui Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan pertumbuhan Q III/2020 YoY Indonesia minus 3,49 persen. Dari Nusantara I DPR RI, Ecky menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2020 negatif 3,49 sebagai bukti bahwa penanganan Covid-19 oleh pemerintah belum serius dan efektif. Pemerintah juga belum mampu medorong publik untuk patuh terhadap protokol Covid-19. Di sisi lain, program PEN juga belum menunjukan hasil yang optimal.

Ecky juga mengingatkan bahwa jika pemerintah tidak memperbaiki kinerjanya dalam penanganan pandemi Covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) maka Q IV/2020 juga akan kembali mengalami pertumbuhan negatif.

“Jangan pernah Pemerintah berfikiran bahwa solusi pamungkas penanganan Covid-19 adalah hanya vaksinasi masal. Sampai dengan saat ini belum ada vaksin Covid-19 yang lolos uji dan direkomendasikan oleh WHO. Selain itu, perlu waktu yang lama sampai berbulan-bulan dalam melakukan proses vaksinasi tersebut. Indonesia harus belajar pada tetangga sebelah, seperti Singapura, Malaysia, Korea Selatan dan Jepang yang berhasil menekan laju penyebaran Covid-19.” tegas Ecky.

“Fokus pada penanganan krisis kesehatan akibat pandemi Covid-19 adalah sebuah kunci pembuka untuk melakukan pemulihan ekonomi,” sambungnya.

“Kemudian kaitannya dengan ruang fiskal yang terbatas, stimulus harus ditujukan untuk masyarakat yang paling rentan dan untuk sektor bisnis dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) berdasarkan kelompok pendapatan dan sektor ekonomi yang paling terdampak” Ecky menyampaikan pendapatnya yang konsisten dengan sikap FPKS dalam mengutamakan rakyat dan usaha kecil.

“Singkatnya, bahwa kondisi ekonomi Indonesia yang memasuki resesi ini adalah akibat dari ketidakseriusan dan ketidakefektivan Pemerintah dalam penanganan Covid-19. Jika tidak ada perbaikan, peluang kondisi ekonomi dunia pasca Biden terpilih, tak bisa kita optimalkan” pungkas Ecky. (CJ/Muhammad Isman)

Komentar