oleh

Jokowi Lantik Dua Pejabat Negara, Kepala BPKP dan BPIP

INILAHONLINE.COM, JAKARTA

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik dua orang pejabat negara, di Istana Negara Jakarta, masing-masing adalah Muhammad Yusuf Ateh sebagai Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Yudian Wahyudi Asmin menjadi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), yang dilantik di Istana Negara, Rabu (5/2/2020).

Prosesi pelantikan diawali dengan lantunan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang dimainkan Korps Musik Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Lalu kemudian, acara dilanjutkan dengan pembacaan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 29/TPA Tahun 2020 tentang Pengangkatan Pejabat Tinggi Utama di Lingkungan BPKP tertanggal 30 Januari 2020 dan Keppres Nomor 12/P Tahun 2020 tentang Pengangkatan Kepala BPIP tertanggal 23 Januari 2020. Selanjutnya, dilakukan pembacaan Keppres

Kedua orang pejabat negara yang dilantik tersebut, secara bersama-sama mengucapkan sumpah jabatan dipan Presiden, di bawah Kitab Suci Al Quran yang dipegang rohaniawan. “Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia dan taat pada UUD 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi dharma bakti saya kepada negara,” ucap presiden Jokowi diikuti Yudian dan Yusuf.

Setelah prosesi pengucapan sumpah jabatan berlangsung, kemudian Presiden menyampaikan ucapan selamat, diikuti Ma’ruf Amin Wakil Presiden, dan para pejabat negara yang ada di lokasi acara.

Sebelumnya, Muhammad Yusuf Ateh menjadi Kepala BPKP menggantikan Ardan Adiperdana yang memasuki masa pensiun. Sebelumnya, Yusuf Ateh pernah menjabat Deputi Bidang Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan pada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Sedangkan Yudian sebelum menjabat Kepala BPIP, Yudian Wahyudi Asmin adalah Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Yudian yang dikenal sebagai akademisi antiradikalisme, menggantikan Yudi Latif yang mundur sebagai Kepala BPIP pada awal Juni 2018 lalu.

(Iwan Stone)

Komentar