oleh

KALUA KALAPA, Inovasi Untuk Mewujudkan Kantin Sehat Sekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Tegal Gundil Kota Bogor

Kantin sekolah merupakan salah satu sarana wajib yang berada di dalam sekolah (PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Satuan Pendidikan) dan biasanya menjadi tempat berkumpulnya siswa siswi untuk makan, baik yang dibawa sendiri maupun dibeli disana. Namun, berdasarkan hasil Inspeksi Kesehatan Lingkungan pada kantin sekolah di wilayah Puskesmas Tegal Gundil tahun 2018 masih ada kantin sekolah yang belum memenuhi syarat kesehatan. Dilain pihak masih ada siswa siswi yang tidak sarapan dan tidak membawa bekal makanan dari rumah, sehingga adanya kecenderungan yang sangat tinggi untuk membeli makanan jajanan di kantin sekolah.

Siswa-siswi memilih makanan jajanan berdasarkan penampilan, rasa, warna, harga yang relatif murah serta jajanan yang instan, tanpa memperdulikan syarat keamanan dan kesehatan. Saat perut kosong karena tidak sarapan, mereka jajan apa saja sesuai selera mereka. Berdasarkan hasil pemeriksaan sampel makanan jajanan pada tahun 2018, masih terdapat jajanan makanan yang mengandung bakteri E. coli dan Salmonella. Dimana bakteri E.coli sebagai penyebab penyakit diare sedangnya Salmonella sebagai penyebab penyakit thypoid. Siswa-siswi sering menjadi korban Penyakit Bawaan Makanan akibat konsumsi makanan yang dikonsumsi di kantin atau penjaja makanan disekitar sekolah. Terlihat dari angka absensi yang disebabkan karena diare, sehingga dapat mengganggu pertumbuhannya.

Makanan yang aman dan sehat akan membantu pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal, dan akan meningkatkan kemampuan kecerdasan seorang anak. Sebaliknya, jika makanannya tidak aman dan tidak sehat maka pertumbuhan dan perkembangannya akan terhambat. Dapat kita bayangkan jika siswa siswi mengkonsumsi makanan jajanan yang tidak aman dan tidak sehat dalam jangka panjang, tentunya negara kita susah untuk berkembang karena generasi penerusnya yang tidak berkualitas.

Keberadaan kantin sekolah memberikan peranan penting karena keberadaan siswa-siswi di sekolah yang cukup lama. Disinilah pentingnya tersedia makanan jajanan yang aman, sehat dan hygienis untuk dkonsumsi di kantin sekolah. Makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang dapat mempengaruhi pertumbuhan seseorang. Diperlukan pengolahan yang baik agar bermanfaat bagi tubuh. Oleh sebab itu makanan harus aman dan sehat agar dapat menunjang pertumbuhan yang mengkonsumsinya terutama anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Dengan menyediakan makanan jajanan yang sehat di kantin sekolah, siswa-siswi dapat belajar dengan baik, tumbuh dan berkembang secara optimal sehingga diharapkan menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.

Berdasarkan Undang-undang No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 111 (ayat 1) menyebutkan bahwa makanan dan minuman yang dipergunakan untuk masyarakat harus didasarkan pada standar dan/atau persyaratan kesehatan. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 942 tahun 2003 tentang Pedoman Persyaratan Hygiene Sanitasi Makanan Jajanan, makanan jajanan adalah makanan dan minuman yang diolah oleh pengrajin makanan di tempat penjualan dan atau disajikan sebagai makanan siap santap untuk dijual bagi umum selain yang disajikan jasa boga, rumah makan/restoran dan hotel. Makanan dapat terkontaminasi oleh mikroba. Penyakit bawaan makanan merupakan penyakit umum yang dapat diderita oleh seseorang akibat memakan makanan yang terkontaminasi mikroba patogen.

Kalua Kalapa merupakan sebuah inovasi Kelas Padagang melalui edukasi hygiene sanitasi makanan dengan komunikasi yang efektif dan diselenggarakan di tiap sekolah, dihadiri fasilitator (sanitarian) dan para pedagang. Para pedagang atau penjamah makanan kantin sekolah sangat anturias mengikuti kelas dan mereka tidak sungkan atau tidak malu-malu mengemukan pendapatnya. Waktu pelaksanaan kelas padagang disesuaikan dengan waktu senggang mereka. Kalua Kalapa kepanjangannya adalah Kantin lugina alakan ngayakeun Kelas Padagang dimana dengan adanya Kelas Padagang diharapkan terciptanya kantin yang sehat dengan siswa-siswi yang sehat. Kelas Padagang merupakan kelas edukasi bagi pedagang atau penjamah makanan di kantin sekolah yang dilaksanakan 3 (tiga) kali pertemuan dengan materi yang mengacu berdasarkan Permenkes No. 942/Menkes/SK/VII/2003 tentang Pedoman Persyaratan Hygiene Sanitasi Makanan Jajanan, yaitu meliputi :
1. Perundang-undangan di Bidang Hygiene Sanitasi Makanan
2. Bakteri Pencemar Terhadap Makanan
3. Penyakit Bawaan Makanan
4. Prinsip Hygiene dan Sanitasi Makanan
5. Pemeliharaan Kebersihan Lingkungan
6. Hygiene Perorangan

Puskesmas Tegal Gundil merupakan salah satu puskesmas di Kota Bogor. Puskesmas Tegal Gundil memiliki 2 (dua) wilayah kerja, yaitu Kelurahan Tegal Gundil dan Kelurahan Bantarjati dengan seluruh luas wilayah 368 Km2. Di wilayah kerja Puskesmas Tegal Gundil terdapat 28 sekolah dari jenjang SD/MI sampai SMA dan yang sudah memiliki kantin sekolah sebanyak 17 sekolah (60,71%). Selanjutnya dari 17 sekolah tersebut hanya 8 sekolah (47,06%) yang sudah memenuhi syarat kesehatan pada saat inspeksi kesehatan lingkungan kantin sekolah. Kantin sekolah yang tidak memenuhi syarat kesehatan disebabkan karena penjamah atau pedagangnya, bahan makanannya serta tempat/lingkungannya yang tidak hygienis. Keadaan kantin sekolah yang tidak memenuhi syarat ini dapat menyebabkan adanya kontaminasi pada jajanan makanan, sehingga berpengaruh terhadap kesehatan siswa siswi di sekolah.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sampel pada tahun 2018 (sebelum diadakan inovasi Kalua Kalapa), tercatat masih ada makanan jajanan yang mengandung bakteri E. Coli (50%) dan Salmonella (24%), sedangkan setelah diadakan inovasi Kalua Kalapa makanan yang mengandung bakteri menurun menjadi E. Coli (13%) dan Salmonella (0%). Kurangnya pengetahuan pedagang tentang hygienis sanitasi makanan menjadi penyebab makanan jajanannya mengandung bakteri. Banyak penjamah atau pedagang yang tidak cuci tangan sebelum mengolah makanan.

Makanan yang mengandung bakteri dapat menimbulkan gangguan pada saluran pencernaan, dengan rasa nyeri di bagian perut, mencret dan kadang-kadang disertai dengan muntah. Dengan diadakannya Kelas Pedagang diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan para pedagang mengenai hygiene sanitasi makanan serta merubah sikap dan perilaku pedagang sehingga para pedagang memahami hygiene sanitasi makanan dan gangguan kesehatan karena jajanan makanan dan keracunan makanan tidak terjadi lagi. Siswa siswi pun dapat mengakses akses makanan yang sehat, aman, dan hygienis. Ke depannya kegiatan inovatif ini dapat mendukung pembanguna kesehatan di Kota Bogor dan Provinsi Jawa Barat pada umumnya.

(Advertorial)

Komentar