Kanwil ATR/BPN Jateng, Reforma Agraria Tidak Hanya Bagikan Sertifikat Tetapi Berikan Kesejahteraan Nyata Bagi Masyarakat

16/04/2018 15:35:54 Kategori:

INILAHONLINE.COM, SEMARANG - Kanwil ATR/BPN Jateng Heri Santosa mengatakan, meski akhir-akhir ini reforma agraria telah menjadi sorotan publik dan menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Namun reforma agraria diharapkan tidak hanya sebagai kegiatan membagikan sertifikat, tetapi lebih dari itu mampu memberikan kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat.

''Karena reforma agraria bermakna penataan kembali aset dan akses ekonomi terhadap tanah, maka penataan ini bertujuan menciptakan keadilan dan kesejahteraan,''ujarnya dalam membuka Bimbingan Teknis Sumber Daya manusia pelaksana Pemberdayaan Masyarakat Tahun 2018 Kantor BPN di Semarang, Kamis (12/4/2018) lalu.

Menurut dia, dalam reforma agraria yang lebih dikenal dengan PTSL (Pensertifikatan Tanah Sistematis Lengkap) masyarakat tidak hanya memiliki tanah, melainkan mampu memanfaatkan tanah sebagai sumber produksi dan aset yang mampu mendatangkan pendapatan.

''Oleh karena itu, distribusi/redistribusi aset dan legalisasi aset harus pula disertai dengan pengembangan akses masyarakat terhadap berbagai hal, yang memungkinkan masyarakat memanfaatkan asetnya secara baik,''katanya.

Kendati demikian, lanjut dia, aset itu diantaranya adalah akses untuk bisa berpartisipasi secara bermakna dalam kehidupan sosial dan politik serta akses terhadap kemampuan, pasar atau lainnya yang dibutuhkan masyarakat untuk berkembang. Dalam rangka mewujudkan cita-citanya tanah bisa digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

''Inilah salah satu upaya yang dilakukan Kementerian ATR/BPN dengan menjelaskan program pemberdayaan masyarakat. Program ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan redistribusi dan legalisasi aset. Program tersebut berupa fasilitasi penyediaan akses bagi masyarakat dalam penggunaan dann pemanfaatan aset/tanah,''ujarnya.

Ia menjelaskan, setelah memberikan jaminan keamanan dan kepastian hukum atas tanah yang dimiliki, Kementerian ATR/BPN juga berupaya memfasilitasi masyarakat penerima sertifikat untuk mendapatkan akses dalam menggunakan dan memanfaatkan tanah.

''Dengan akses tersebut diharapkan mampu memberikan daya bagi masyarakat, untuk mengembangkan diri dan usahanya dalam upaya meningkatan kesejahteraan hidupnya.'' bebernya.

Terkait kerjasama dan sinergi, menurutnya, perlu dibangun Kementerian ATR/BPN dengan pihak-pihak lain mengingat ketersediaan akses tersebut, juga berada pada pihak-pihak tersebut misalnya, permodalan oleh lembaga keuangan, pelatihan kiemampuan oleh para trainer/ahli/penyuluh.

''Karena itu, dibutuhkan komunikasi dan koordinasi dengan pihak/instansi terkait, dalam menjalankan kegiatan pemberdayaan masyarakat agar tercapai output yang maksimal,''tandasnya.

Di Jawa tengah sendiri, lanjut dia, kegiatan pemberdayaan masyarakat telah dilakukan oleh Kantor Pertanahan bersama Dinas/Instansi terkait. Sampai sekarang ada yang berhasil menghasilkan produk yang dipasarkan secara luas, seperti Klaster Sapi Potong dan Sapi Perah di kabupaten Semarang. Home Industri Keripik Singkong di kabupaten Kendal.

''Diharapkan ke depan kegiatan pemberdayaan masyarakat ini, semakin eksis dan memberikan manfaat yangn lebih luas khususnya di wilayah Provinsi Jawa Tengah,''pungkasnya.(Suparman)