oleh

Kapolda Jateng : Delapan Korban Helikopter Basarnas Berhasil Dievakuasi

InilahOnline.com (Semarang-Jateng) – Helicopter Basarnas HR 3602 yang diduga jatuh di Bukit Muntung Gunung Butak Dusun Canggal Bulu Desa Canggal Kecamatan Candiroto Kabupaten Temanggung, yang menewaskan semua Kro pilot dan co pilot dan tehnisi, kini sudah berhasil dievakuasi oleh personel gabungan serta berhasil dibawa ke RS Bhayangkara Semarang.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono mengatakan identitas 8 korban tewas helikopter Basarnas yang jatuh di Temanggung telah dipastikan berdasarkan proses identifikasi.

“Jenazah sudah teridentifikasi secara medis,” kata Condro di Semarang, Senin (3/7/2017).

Menurut dia, untuk mengevakuasi para korban telah melibatkan 100 personel gabungan, baik dari TNI, Polri dan SAR Brimob, sehingga bisa secepatnya bisa diidenditifikasi secara baik, tetapi setelah berhasil jenazah telah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

”Dari delapan korban tewas terdiri dari empat anggota TNI Angkatan Laut dan empat anggota Basarnas tersebut, gugur dalam menjalankan tugas. Jadi mereka gugur karena sedang menjalankan tugas dalam Operasi Ramadniya,” ucapnya.

Keluarga besar Polri yang melaksanakan Operasi Ramadniya, lanjut dia, menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

”Mereka gugur dalam menjalankan tugas kemanusiaan,”ujarnya.

Kapolda menjelaskan, petugas gabungan akan melanjutkan proses evakuasi terhadap badan pesawat. Kini helikopter Bazarnas terbalik di atas rimbunan pohon dan rumput-rumput, bahkan bagian belakang helikopter sudah hancur.

Sebelumnya, 8 jenazah korban helikopter Basarnas Jawa Tengah yang jatuh di Kabupaten Temanggung, dilepas dengan upacara militer di Pangkalan Udara TNI Angkatan Darat Ahmad Yani Semarang.

Upacara pelepasan jenazah itu sendiri dipimpin oleh Kepala Basarnas, Marsekal Muda TNI M. Syaugi. Hadir dalam upacara tersebut Gubernur Ganjar Pranowo serta Kapolda Irjen Pol Condro Kirono.

Heli berwarna jingga tersebut disiagakan di pintu keluar tol Gringsing, Kabupaten Batang, selama arus mudik dan balik Lebaran.Heli tersebut rencananya bertolak ke Banjarnegara untuk membantu proses evakuasi letusan Kawah Sileri di kawasan Dieng.

Kedelapan korban tewas masing-masing kru heli Kapten Laut Haryanto, Kapten Laut Lu Solihin, Serka Hari Marsono, Peltu Budi Santoso, serta empat anggota Basarnas Maulana Affandi, Nyoto Purwanto, Budi Resti, serta Catur.(Suparman)

Komentar