oleh

Kapolri Diminta Untuk Terapkan Sistim “Urut Kacang” Dalam Menempatkan Personilnya

INILAHONLINE.COM, JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi  Listyo Sigit Prabowo harus tetap berpijak pada sistem urut kacang (merit system) berlandaskan kompetensi dan kinerja dalam setiap memilih pimpinan di satuan kerjanya. Hal itu disampaikan Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso kepada inilahonline.com , Sabtu (23/10/2021)

“Merit system ini sesuai dengan konsep Polri Presisi yang diusungnya dalam membenahi organisasi, operasional, pelayanan publik dan pengawasan di institusi Kepolisian, termasuk, dalam menetapkan Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri pengganti Komjen Paulus Waterpauw,” katanya.

Menurut Ketua IPW, pihaknya berharap agar Kapolri dalam melakukan sistem urut kacang itu berpijak pada unsur kepangkatan, senioritas, kapasitas, kualitas dan kapabilitas anggota Polri. Dengan begitu, masyarakat dapat menilai bahwa kepemimpinan di era Kapolri Listyo Sigit sebagai pimpinan organisasi kepolisian yang gemuk dengan sekitar 400 ribuan personel tersebut dapat berjalan sangat profesional.

“Urut kacang ini telah dilakukan Kapolri Listyo Sigit saat menempatkan Kapolda Papua saat itu, Irjen Paulus Waterpauw sebagai Kabaintelkam melalui Surat Telegram bernomor ST/318/II/KEP/2021. Pengganti Kapolda Papua waktu itu ditunjuk Wakapoldanya yakni Brigjen Mathius D Fakhiri,” ungkapnya.

Demikian pula, ketika Brigjen Syahardianto ditunjuk sebagai Wakabareskrim menggantikan Irjen Wahyu Hadiningrat yang dimutasi sebagai Asrena Polri. Ketika itu posisi Syahardianto adalah Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipiter) Polri. Sementara yang menggantikan Dirtipidter adalah wakilnya yakni Kombes Pipit Rismanto.  

Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo ketika dilantik Presiden Jokowi sebagai Kapolri di Instana Merdeka Jakarta, Rabu (27/1/2021).

Sugeng mengatakan, penempatan personil dengan “the right man on the right place”,  maka organisasi berjalan mulus secara profesional. Demikian pula, seharusnya dalam memilih Kabaintelkam yang baru pasca Komjen Paulus Waterpauw mendatang. Sehingga masyarakat memandang wajar penempatan personel memang melalui urut kacang.

“Dengan diterapkannya sistem urut kacang ini, maka diharapkan citra Polri akan meningkat di tengah kritikan kepada Polri melalui tagar #PercumaLaporPolisi dan #OknumAparatBrengsek yang sempat viral saat ini,” tandasnya.

Adapun terkait Kepala Baintelkam Polri Komjen Paulus Waterpauw sudah menyerahkan jabatannya kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, karena menduduki posisi baru sebagai Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Kementerian Dalam Negeri, maka Waterpauw yang merupakan alumni Akpol 1987 itu akan pensiun sebagai anggota Polri pada bulan November 2021. 

“Dengan ditinggalkan Waterpauw, maka Jabatan Kabaintelkam Polri kosong dan Kapolri mengangkat Wakabaintelkam Irjen Suntana sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kabaintelkam. Sehingga untuk mengisi kekosongan tersebut Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) Polri akan menggodok Perwira Tinggi Polri untuk Jabatan Kabaintelkam tersebut,” terangnya. 

Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, SH,MH ketika memberikan keterangan pers kepada awak media

Lebih lanjut Sugeng mengatakan, berkaitan dengan kekosongan Kabaintelkam Polri tersebut, IPW melihat Kapolri dan Wanjakti tidak perlu repot-repot mencari sosok yang mumpuni untuk menggantikan Komjen Paulus Waterpauw. Dengan melaksanakan sistem urut kacang dan juga “the right man on the right place” itu, maka Irjen Suntana sangat pantas menduduki jabatan Kabaintelkam Polri. 

“Sistim urut kacang ini sesuai dengan kriteria kepangkatan, senioritas, kapasitas, kualitas dan kapabilitas yang ada. Irjen Suntana merupakan lulusan Akpol 1988 dan sudah menjadi Wakabaintelkam selama 3 tahun lebih sejak dilantik 13 Agustus 2018,” bebernya. 

Masih kata Sugeng, disamping perjalanan karir Irjen Suntana memang lebih banyak di Intel. Karena, sejak Perwira Pertama sebagai anggota Polri, Suntana sudah bergelut di dunia intelijen Polri mulai menjadi Kasat Intel Polres Manokwari pada 1992, Kasat Intel Polrestro Jakarta Barat tahun 2002, Wadir Intelkam dan Dirintelkam Polda Metro Jaya di 2009 dan 2015. Setahun kemudian pindah ke Baintelkam Polri, sebelum menjadi Wakapolda Metro Jaya dan Kapolda Lampung tahun 2018. 

“Dengan menempatkan Irjen Suntana sebagai Kabaintelkam Polri, maka profesionalitas Polri akan tetap terjaga secara profesional dan menelorkan sumber daya manusia intelijen yang unggul di institusi kepolisian,” pungkasnya. (Piya Hadi)

Komentar