oleh

Kegiatan Kirab “Sedekah Laut” Disambut Antusias Ribuan Warga Kabupaten Rembang Jawa Tengah

INILAHONLINE.COM, REMBANG

Setiap tahun secara rutin Warga nelayan Dukuh Jarakan, Desa Sukoharjo, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah memiliki tradisi unik yang populer dengan sebutan “Sedekah Laut”. Kegiatan Sedekah Laut ini digelar usai perayaan Idul Fitri, kelompok nelayan di sejumlah Dusun di Kabupaten Rembang, menggelar sedekah laut dengan cara melarung sesaji di perairan laut utara Rembang dan Karnaval (Kirab-Red) dengan melintasi sejumlah jalan utama di Kota Rembang.

Dalam kirab tersebut, masyarakat menampilkan kreasi kebudayaan seperti reog, ogoh-ogoh, marching band, dan karnaval mobil. Kirab ini tidak hanya ditonton oleh masyarakat dari wilayah Rembang saja, melainkan dari beberapa Kabupaten tetangga seperti Pati, Kudus, Jepara dan Blora juga turut menyaksikan perayaan tahunan itu.

Ketua Paguyuban Nelayan Rembang, Suyoto mengatakan sedekah laut sudah rutin digelar tiap tahunnya. Tujuannya sebagai ungkapan rasa syukur para nelayan kepada dewa laut. Acara tradisi Sedekah Laut tahun ini berlangsung lebih meriah jika dibanding tahun-tahun sebelumnya, karena pemyelenggaraan pawai karnaval besar-besaran,” terang Suyoto.

“Ini kirab budaya, jadi tiap RT menampilkan kreasinya masing-masing. Ada dua Dukuh, yakni Dukuh Pabean dan Dukuh Kramatan yang ikut. Dua dukuh ini kan masyarakatnya nelayan. Dananya kita ambil dari iuran para nahkoda dan pemilik kapal, juga masyarakat setempat,” ujar Suyoto.

Laporan pandangan mata inilahonline.com dilapangan yang mengikuti jalannya pawai karnaval, terlihat antusias masyarakat Kabupaten Rembang sangat meriah, mengingat ribuan warga turut terlibat dalam kegiatan sedekah laut. Menurut mereka, acara tahunan ini sebagai wujud rasa syukur kepada Allah. Kirab Sedekah Laut ini mengekspresikan hasil laut yang selama ini menjadi mata pencaharian warga setempat.

Rute Kirab mengambil start dari depan Masjid Anur di Alun Alun Kota Rembang, kemudian menyusuri jalur pantura (Jl Sudirman), kemudian belok ke selatan melalui depan Masjid Agung, terus ke kiri melalui Jalan Cokroaminoto-Pranologi, dan belok ke barat melalui jalan pantura hingga berakhir dan kembali di garis start.

Pawai karnaval sedekah laut ini sengaja mengambil rute keluar dari Desa Sukoharjo, melalui Kelurahan Kutoharjo, Desa Kabongan Kidul, dan Desa Kabongan Lor, karena untuk menyesuaikan banyaknya peserta dan iring-iringan kendaraan hias. Sepanjang jalan yang dilalui, peserta sangat antusias mengikuti karnaval yang sangat menghibur masyarakat.

Salah satu kendaraan hias terdapat patung ikan dalam ukuran besar, hal ini menggambarkan hasil laut yang divisualisasikan patung ikan sebagai ungkapan syukur para nelayan. Bermacam macam bentuk dan jenis hasil laut juga ditampilkan dengan berbagai hiasan.

Selain itu, ada juga bentuk miniatur perahu dari kertas karton. Tidak hanya orang tua, remaja dan anak anak menyambut gembira. Selain memvisualusasikan hasil laut, mereka juga menampilkan barisan kesenian, termasuk pentas musik dang-dut berjalan, karena semua pemusiknya berada di atas kendaraan.

Warga juga tak segan-segan menyapa barisan karnaval yang melewati di depannya. Mereka juga mengajak berfoto ria bersama, saat barisan karnaval berhenti. Hal seperti inilah yang membikin arus lalu lintas tersendat, karena harus menunggu giliran lewat.

Sementara itu, Kepala Desa Sukoharjo, Lilik Harjanto pihaknya mengaku gembira melihat warganya kompak dalam mendukung terlaksananya kegiatan tradisi rutin tahunan, khususnya bagi nelayan yang merayakan sedekah laut.

“Sedekah laut yang dirayakan nelayan itu merupakan bentuk rasa syukur, karena telah diberi limpahan rejeki dari hasil laut oleh Allah SWT. Alhamdulillah, semua dana untuk acara kegiatan ini bersumber dari subsidi murni warga dan tidak menggunakan dana APBD Pemkab Rembang,” imbuhnya.

(Susilo)

Komentar