oleh

Kementerian PAN RB Launching Aplikasi Umum SPBE

INILAHONLINE.COM, JAKARTA

Kementerian PAN RB menyelenggarakan launching Aplikasi Umum SPBE Bidang Kearsipan Dinamis dan Bidang Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik. Aplikasi umum tersebut adalah Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) dan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional/ Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR).

Acara dihadiri Menteri PANRB Tjahjo Kumolo, Menko Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD, Plt Kepala Arsip Nasional RI M. Taufik, Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kementerian PANRB Rini Widyantini dan Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa.

Dalam sambutannya Menko Politik, Hukum dan Keamanan Mahmud MD mengapresiasi peluncuran Srikandi dan SP4N-Lapor yang diinisiasi oleh Menteri PANRB. Ia menganalogikan jika pencatatan kinerja aparat pemerintahan seperti halnya pencatatan amal baik dan buruk oleh malaikat rokib dan atid, dimana semua tercatat tidak bisa lepas dari pantauan.

“Sesuatu yang dulu diangggap tidak rasional, kini menjadi hal rasional. Seperti kini pencatatan kinerja pemerintah sudah dapat dilakukan melalui berbagai aplikasi TIK, salah satunya melalui SPBE,” tegasnya, Selasa (27/10/2020).

Kini serba digital sehingga pemerintah juga tidak bisa menghindar dari perkembangan IT. Sehingga pengelolan tidak lagi main-main, harus cepat dan mewujudkan tata kelola yang bersih dan transparan, akuntabel, berkualitas dan terpercaya.

“Semua itu bisa ditetapkan melalui SPBE. SPBE untuk memberikan pelayanan kepada siapapun berbasis elektronik dimana akan mempercepat, meminimalisir praktik korupsi, menekan belanja pemerintahan serta kerja lebih efetif,” tegasnya.

SPBE menurutnya bukan hal baru namun didalam pelaksanannya masih belum maksimal. Disebutkan saat ini tdapat 2.700 pusat data atau uang server di 630 instansi pemerintahan pusat dan daerah dengan biaya pengadaan dan operasional mencapai Rp8,1 triliun. Terdapat sebanyak 27.400 aplikasi namun masih belum saling terintegrasi.

Pada kesempatan tersebut juga disebutkan sebanyak 656 instansi pemerintah sudah terhubung dengan LAPOR. Total penerimaan laporan sebanyak 1,7 juta laporan dari 1,1 juta pengguna. Untuk tahun ini sejak Januari hingga September, LAPOR menerima aduan sebanyak 157.320 laporan atau sehari rata-rata masuk sebanyak 574 aduan.

Sebagian besar atau 80 persen laporan berhasil ditindaklanjuti. Dimana sekitar 34.721 laporan mauk terkait masalah Covid-19.(PH)

Komentar