Ketua DPRD Jateng Berharap Partisipasi Pemilih Pada Pilgub Jateng 2018 Semakin Banyak

16/04/2018 22:34:32 Kategori: ,

INILAHONLINE.COM, SEMARANG - Partisipasi pemilih dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang diharapkan dapat semakin banyak, sehingga pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur yang maju Pilgub jika salah satu menang bisa memiliki legitimasi kuat.

Ketua DPRD Jateng, Drs Rukma Setyabudi MM mengatakan partisipasi pemilih terhadap Pilkada 2018 hingga saat ini masih menjukkan rendah dan belum terlihat adanya peningkatan.

Sementara banyak kalangan, lanjutnya, berharap agar partisipasi pemilih dalam Pilgub Jateng 2018 yang akan digelar Juni mendatant dapat mengelai kenaikan, sehingga pasangan pemenang memiliki legitimasi kuat.

Menurutnya, Pilkada 2018 sudah banyak disosialisasikan untuk mengajak masyarakat dapat ikut menyalurkan hak pilihnya, mengingat yang akan dipilih adalah pemimpin untuk lima tahun ke depan dan membawa dampak perubahan serta pembangunan di daerahnya.

“Bahkan akan lebih bagus jika menjadi pemilih yang cerdas dapat memilih program terbaik dari seorang calon pemimpin daerah. Jadi bukan sekadar tokohnya,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam Diskusi Prime Topic yang digelar MNC Trijaya FM Semarang yang dikemas dengan tema, Pilgub Jateng Berkarakter dan Bermartabat, di Rosti Resto & Cafe Semarang, Senin (16/4/2018).

Hal yang perlu diwaspadai, dia menambahkan dalam Pilkada di antaranya money politic, hoax, dan isu SARA, karena dengan money politic, justru mengajak pemilih untuk korupsi berjamaah.

Informasi hoax, lanjutnya, akan membuat reputasi calon menjadi rusak, termasuk isu SARA, yang juga mencoreng penyelenggaraan dalam Pilkada itu sendiri, sehingga Jateng harus menolak money politic, hoax dan isu SARA.

Dalam dialog itu, tiga nara sumber selain Rukma, juga tampil Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah, Joko Purnomo dan budayawan Pri GS, tema dialog dalam konteks Pilgub yang berbeda, namun dengan tema yang sama, termasuk soal isu SARA yang sering menjadi faktor sumbu pendek menculnya informasi hoax. (Suparman)